Peran Guru di Masa Pandemi Menurut Dina Martha

  • Ramdan
  • Senin, 30 November 2020 | 18:23 WIB
foto

dok. Dina Martha

Bandung, Zonabandung.com -- Banyak yang beranggapan, profesi guru pekerjaan yang mulia karena memiliki peranan penting mengubah dan membawa masa depan seorang anak. Tak hanya mengubah ketidaktahuan menjadi mengerti, seorang guru dituntu mengubah kebodohan menjadi pintar.

Guru bukan hanya sebatas memberikan pelajaran, melainkan membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada peserta didiknya. Wajar jika banyak yang menyebut guru mempunyai jasa yang besar. Bahkan, guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Tetap menjadi penggerak dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

Bahkan, guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Menurut Dina Martha Tiraswati, M.Pd Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Tetap menjadi penggerak dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Peran guru di masa pandemi saat ini dituntut melaksanakan banyak peran tambahan. Seperti, memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademis dan non-akademis serta mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran,” ucapnya, Senin (30/11/2020).

Dia melanjutkan, guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis serta harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah dan orang tua/keluarga siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses pendidikan.

“Dalam menyelenggarakan pendidikan, guru harus bisa membantu peserta didik berkembang secara akademis, fisik, dan psikis, dengan menyeimbangkan antara old knowledge dengan mekanisme digital”, paparnya.

Tugas sebagai guru di masa pandemi Covid-19 memang penuh dengan tantangan. Mulai dari persiapan administrasi mengajar yang harus disesuaikan dengan kebijakan terbaru, seperti kurikulum darurat, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disederhanakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ), program Guru Penggerak dan sebagainya.

“Tak mudah melakukan aktivitas belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Guru harus memperhatikan peserta didik tidak hanya melalui daring, tapi juga harus mengunjungi rumah agar tetap terjaga hubungan baik antara orang tua dan peserta didik,” tambah Dina.

Dikatakan, peran guru di tengah pandemi memang jarang disebut sebagai garda terdepan “melawan” Covid-19. Tapi, jangan pernah mengabaikan fungsi dan perannya.

“Jangan menilainya punya banyak waktu beristirahat semenjak ada kebijakan pemerintah memindahkan proses belajar ke rumah. Justru, masa sekarang guru mempunyai pekerjaan berlipat. Jauh lebih berat dibandingkan mengajar di dalam kelas. Jauh lebih sulit dibandingkan bertatap muka dengan peserta didik di sekolah, seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Mereka tak mengenal istilah siang atau malam,” pungkasnya.

Benar-benar hari yang menguras pikiran dan waktu, terutama guru yang tidak mengabaikan tanggung jawabnya. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, guru adalah pendekar dan pahlawan pembangunan seluruh bangsa di dunia. Atas besarnya jasa seorang guru, tak ada salahnya mengungkapkan rasa terima kasih untuk guru-guru di seluruh Indonesia, tetap semangat mendidik anak bangsa.

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat. Guru adalah lentera hidup dan pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih guru.

 

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pemkot Bandung Terus Siapkan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka
Tingkatkan Akselerasi, Universitas Sangga Buana (USB-YPKP) Bandung Gandeng KPID Jabar
Diskominfoarpus Gelar Lomba Bercerita Tingkat SD/MI Se-Kota Cimahi