Mantan Direktur PT DI, Divonis 4 Tahun Hukuman Penjara

  • Suyono
  • Rabu, 21 April 2021 | 12:49 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.Com,- Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso (BS) divonis 4 tahun hukuman penjara.

Denda Rp 400 juta jika tidak dibayar diganti hukuman selama tiga bulan. Serta diwajibkan mengembalikan kerugian negara senilai Rp.2 miliar jika tidak diganti hukuman ditambah selama 1,5 tahun.

Sementara terhadap Asisten Direktur Utama bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) majelis hakim menjatuhkan vonis lebih berat. Irzal divonis selama 7 tahun. Denda Rp.800 juta jika tidak dibayar diganti hukuman selama Lima bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang penganti senilai Rp.17 miliar lebih, jika tidak diganti hukuman ditambah selama dua tahun.

Vonis terhadap terdakwa Budisantoso lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang oleh penuntut umum dituntut selama 5 tahun dan Irzal Rinaldi dituntut selama 8 tahun.

Vonis itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Benny T.Eko Supriadi, di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan RE.Martadinata Bandung. Rabu 21 April 2021.

Dalam pertimbangan majelis hakim menyebutkan berdasarkan fakta-fakta dan keterangan saksi dipersidangan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara.

Namun sebelum menjatuhkan amar vonis majelis hakim mempertimbang hal yang memberatkan dan meringankan. "Hal yang memberatkan akibat perbuatan terdakwa Budi dan Irzal Rinaldi telah menyebabkan kerugian keuangan negara.

Sedangkan hal yang meringankan para terdakwa telah mengabdikan diri di PT DI lebih dari dua puluh tahun.

Untuk terdakwa Budisantoso telah memberikan peran dan andil untuk PT DI bangkit dari keterpurukan" ujar Hakim Benny.

Seperti diberitakan; Dua mantan pejabat PT DI Tersebut didakwa atas tuduhan korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT. DI) tahun 2006-2018.

Dalam dakwaan Penuntut Umum KPK menyebutkan, terdakwa Budi Santoso dan Irzal bersama-sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure, dan Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, telah melakukan kontrak perjanjian secara fiktif dengan mitra penjualan untuk memasarkan produk dan jasa PT Dirgantara Indonesia (Persero) kepada Badan SAR Nasional (Basarnas), Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kepolisian Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), dan Sekretariat Negara.

Perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp202.196.497.761,42 (dua ratus dua milyar seratus sembilan puluh enam juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus enam puluh satu rupiah dan empat puluh dua sen) dan USD 8,650,945.27 (delapan juta enam ratus lima puluh ribu Sembilan ratus empat puluh Iima dollar Amerika Serikat dan dua puluh tujuh sen).

Dalam dakwaan itu disebutkan,terdakwa I, Budi Santoso memperkaya diri sebesar Rp2.009.722.500,00 (dua milyar sembilan juta tujuh ratus dua puluh dua ribu Iima ratus rupiah), Terdakwa II, Irzal Rinaldi Zailani, sebesar Rp13.099.617.000,00 (tiga belas milyar Sembilan puluh Sembilan juta enam ratus tujuh belas ribu rupiah).

Dan beberapa nama pejabat serta karyawan PT DI lainnya yang disebut menerima aliaran dana tersebut.

Pantauan zonabandung usai sidang para terdakwa masih bebas berkeliaran. Karena status tahan para terdakwa tersebut dinyatakan lepas demi hukum sebelum di vonis.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lapas Kediri Wujudkan Lapas Bersinar
Tiga Orang Warga Desa Ngamprah Praperadilankan Polda Jawa Barat
Inovasi Layanan Hukum dan HAM Kanwil DKI Hadir Di Lippo Mall Kemang
Berawal di WhatsApp, Gadis 17 Tahun Diperkosa
Tiga Orang Terdakwa Korupsi Pasar Leles Garut Akan Disidangkan