Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Penyidik Pidsus Kejati Jabar Geledah Kantor POS Finansial Indonesia

  • Suyono
  • Senin, 5 April 2021 | 19:41 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com,- Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jabar menggeledah kantor PT Pos Finansial Indonesia di Jalan Jamuju No.2 Kota Bandung, Senin (5/4/2021).

PT Pos Finansial Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT Pos Indonesia, perusahaan BUMN.

Plt Kasi Penerangan Hukum Kejati Jabar.

Armansyah Lubis, SH.MH.,dilokasi  mengatakan; " Dalam penggeledahan hari ini, penyidik melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen dan alat-alat elektronik yang terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah di PT. Pos Finansial Indonesia  selaku anak perusahaan dari PT. Pos Indonesia.

Penggeledaan dilaksanakan dengan memperhatikan protocol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 , antara lain dengan memperhatikan jarak aman, wajib menggunakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan Hand Sanitizer sebelum dan sesudah Kegiatan Penggeledahan ini" ujar Armansyah.

Lebih lanjut dikatankan Armansyah, dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah di PT. Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan dari PT. Pos Indonesia sejak Tahun 2018 s/d 2020 yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat PT. Posfin.

Terdapat adanya potensi kerugian keuangan negara (PT. Pos Indonesia) dalam pengelolaan layanan Pospay yang dilaksanakan oleh PT. Pos Finansial Indonesia sebesar kurang lebih  Rp. 68.539.476.081,- " ujarnya.

Pantauan Zonabandung dilapangan saat pengeledahan berlangsung sejumlah karyawan tampak berkumpul di lobi kantor  karena sejumlah ruangan didatangi penyidik Kejati Jabar.

Sekira 10 orang lebih penyidik kejati Jabar mendatangi kantor PT. POS Finansial Indonesia dengan menggunakan empat kendaraan roda empat.

Aspidsus Kejati Jabar, Riyono. Dihubungi via ponselnya membenarkan adanya pengeledahan di Kantor Pos Finansial Indonesia.

"Betul ada kegiatan penggeledahan oleh penyidik kami berkaitan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oknum pejabat PT.Pos FIN," ucap Riyono.

Namun,Riyono belum bisa menjelaskan lebih detail ihwal kronologi kasus tersebut. Hanya saja, yang pasti, kasus itu sudah berstatus penyidikan yang artinya sudah ditemuman dua alat bukti yang cukup.

"Yang pasti ini penyidikan tahun 2021. Selebihnya nanti kami sampaikan kembali," ujar Riyono.

 

 

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Walikota Cimahi Nonaktif Ajay Menjalani Sidang Perdana
Berawal di WhatsApp, Gadis 17 Tahun Diperkosa
Kejati Jabar Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Revitalisasi Pasar Leles
Habib Bahar Diadili Terkait Dugaan Penganiayan Sopir Taksi Online
Tiga Orang Warga Desa Ngamprah Praperadilankan Polda Jawa Barat