Kepolisian Majalengka Berhasil Menangkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

  • Audin
  • Jumat, 5 Februari 2021 | 07:53 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Seorang pria warga Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka atas dugaan terlibat dalam sindikat pengerdar uang palsu.

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda, melalui Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, uang palsu yang disita dari tersangka berinisial AA (43) alias Guru, merupakan mata uang asing dan Rupiah.

Menurut Kasat Reskrim, dari tangan tersangka polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, 202 lembar uang palsu pecahan Rp. 100 ribu yang sudah dipotong-potong dan lembar katalog No. SCWPM P140 model uang pecahan Rp. 100 ribu.

Tak hanya itu, menurutnya, bahwa petugas juga mengamankan satu lembar uang Euro palsu pecahan 500, lembar uang Real Brazil palsu pecahan 500, satu lembar mata uang Dong Vietnam dengan pecahan 1.000.

"Selain mengamankan uang palsu rupiah dan mata uang asing, kita juga turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Seperti, bahan-bahan untuk pembuatan uang palsu," kata Kapolres, dalam keterangan resminya di Mapolres setempat, Kamis (4/2/2021).

Kasat Reskrim menjelaskan, bahwa motifnya pelaku tergiur dengan keuntungan yang didapatkan. Karena, selama ini tersangka sendiri mengetahui perbedaan dari bentuk uang asli dan uang palsu, lantaran pelaku pernah bekerja di salah satu bank.

"Tersangka AA ini, sebagai pengedar uang palsu yang didapat dari tiga pelaku lainnya yang saat ini sudah di tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)," katanya.

Sementara keuntungan yang diterima tersangka, bahwa setiap Rp. 100,000,000 uang palsu yang terjual akan mendapatkan upah sebesar Rp. 1,500,000.

Tak hanya itu, tersangka juga mengedarkan uang palsu mata uang Dollar Amerika (USD) dengan pecahan 100 USD yang mana dijanjikan keuntungan setiap 100 USD yang keluar maka akan mendapatkan upah Rp. 200,000.

"Tersangka telah mengedarkan uang palsu tersebut sejak tahun 2019 dengan jumlah Rp 600.000.000 kepada konsumen yang berada dalam negeri. Yakni, Majalengka, Indramayu, Madura, dan Kalimantan," jelasnya.

Saat ini, pelaku sudah di tahan di Mapolres Majalengka. Polisi akan menjerat dengan pasal 36 dan pasal 37 UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang atau pasal 244 dan 245 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Penggiat Anti Korupsi Meminta Hakim Objektif Dalam Menjatuhkan Vonis Terhadap Dadang Suganda
Kejari Bandung Serahkan Uang Rampasan Dari Pidana Tipikor Senilai Rp 2,5 Miliar ke bjb Syariah
Habib Bahar Minta Dibebaskan Dari Tuntutan Jaksa.
Tiga Orang Disidangkan, Didakwa Korupsi Revitalisasi Pasar Leles Miliaran Rupiah
Terkait Kasus Pemukulan Sopir Taksi Online, Habib Bahar bin Smith Dituntut 5 Bulan Penjara