Terbukti Melanggar UU ITE, Seorang Ibu Rumah Tangga Dituntut 2 Tahun Hukuman Penjara

  • Suyono
  • Selasa, 17 November 2020 | 17:44 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com,- Jaksa Penuntut Umum Kejati Jabar menuntut terdakwa Agung Dewi Wulansari (50)  selama 2 tahun hukuman penjara.

Ibu rumah tengga tersebut dinyatakan terbukti telah melakukan tidak pidana sebagaimana dakwaan pasal 45 ayat 3  Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum Afif Perwiratama dalam sidang yang  digelar ketua majelis hakim  Dalyusra, secara vicon di Pengadilan Negeri Bandung Kelas I.A Khusus, Jln. R. E Martadinata kota Bandung Selasa 17 Nopember 2020.

Dalam pertimbangan tuntutan jaksa menyebutkan berdasarkan fakta dan keterangan saksi-saksi di persisangan terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan.

"Hal yang memberatkan terdakwa tidak mengakui kesalahannya, berbelit-belit dalam memberikan keterangan, dan tidak meminta maaf atas perbuatannya.

Sedangkan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum" ujar JPU.

Jaksa menyebutkan,Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Maret 2019 dan Desember 2018 di Kabupaten Ciamis dan di Kota Bandung.

Pada 20 Desember 2018, saksi korban Tina Wiryawati dan tim suksesnya berkampanye legislatif DPRD Jabar kemudian diunggah di Facebook. ‎

Kemudian pada 23 Desember 2018, ada komentar dikirim oleh username terdakwa di postingan Facebook.

Tak cuma itu, pada Maret 2019, saksi Tina Wiryawati sedang kampanye di Kabupaten Ciamis. Ia kemudian diberitahukan oleh tim suksesnya bahwa ada pesan komentar Facebook atas nama akun terdakwa.

Pantaskah kalian dengan spirit The emak-emak punya caleg yang tidak peduli dengan anak kandung dari suaminya.

Dia adalah istri kelima pak poilot.

Baca dulu dengan bijak jangan tertipu hanya dengan kerudung ibu tiri kejam tidak pantas jadi wakil rakyat untuk partai besar dan terhormat," begitu isi di komentar Facebook.

Kemudian terdakwa kembali berkomentar ; 'yakin anda akan mendukung wanita seperti ini yang sudah zalim dengan seorang anak yang ingin ketemu bapaknya.

Atas tuntutan tersebut terdakwa akan mengajukan pembelaan pada sidang hari Kamis mendatang.

Diluar persidangan Boni keluarga korban Tina Wiryawati menyatakan terima kasih kepada JPU yang telah melakukan tuntutan secara maksimal dan bekerja secara propesional dan begitu juga dengan majelis hakim,sehinga persidangan perkara ini berjalan lancer.

"Ini merupakan pembelajaran, kami selaku keluarga korban  juga berharap tuntutan JPU ini, tidak berubah dalam vonis majelis hakim.

Boni juga meminta wartawan  untuk menyajikan berita sebagaimana fakta persidangan,supaya para pembaca lebih berhati dalam menggunakan media sosial (Medsos).

"Para pengiat-penggiat medsos agar berhati-hatilah tidak sembarang ber- medsos, karena medsos ini janganlah dijadikan untuk menghina, menghujat atau balas dendam."ujar Boni.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Penyidik Pidsus Kejati Jabar Sita Berberapa Bidang Tanah dan Bangunan
PN Bandung Sidangkan Kasus Anak Gugat Bapaknya Senilai Rp.3 Miliar
Ditpolairud Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster
Pegawai PUPR Ditahan Kejati Jabar, Diduga Terlibat Korupsi KMKK
Anak Gugat Bapak 3 Miliar Rupiah, 20 Orang Advokat Dampingi Tergugat