Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, Puluhan Pejabat dan Karyawan Disebut Terima Aliran Dana

  • Suyono
  • Selasa, 3 November 2020 | 00:26 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com,- Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso (BS) dan Asisten Direktur Utama bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan RE Martadinata Kota Bandung pada Senin 2 Nopember 2020.

Dua mantan pejabat PT DI Tersebut didakwa atas tuduhan korupsi  dalam kegiatan penjualan dan pemasaran di PT. DI tahun 2006-2018.

Dalam dakwaan Penuntut Umum KPK yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Benny T. Eko Supriadi, menyebutkan, terdakwa Budi Santoso dan Irzal bersama-sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure, dan Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan,telah melakukan kontrak perjanjian secara fiktif dengan mitra penjualan untuk memasarkan produk dan jasa PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Kepada Badan SAR Nasional (Basarnas), Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kepolisian Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), dan Sekretariat Negara.

Perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp202.196.497.761,42 (dua ratus dua milyar seratus sembilan puluh enam juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus enam puluh satu rupiah dan empat puluh dua sen) dan USD8,650,945.27 (delapan juta enam ratus lima puluh ribu Sembilan ratus empat puluh Iima dollar Amerika Serikat dan dua puluh tujuh sen).

Dalam dakwaan itu disebutkan, terdakwa I Budi Santoso memperkaya diri sebesar Rp2.009.722.500,00 (dua milyar sembilan juta tujuh ratus dua puluh dua ribu Iima ratus rupiah).

Terdakwa II  Irzal Rinaldi Zailani, sebesar Rp13.099.617.000,00 (tiga belas milyar Sembilan puluh Sembilan juta enam ratus tujuh belas ribu rupiah).

Dan beberapa nama pejabat serta karyawan PT DI lainnya yang disebut menerima uang yakitu;

Budiman  Saleh sebesar Rp686.185.000,00 (enam ratus delapan puluh enam juta seratus delapan puluh Iima ribu ruipiah);

Arie Wibowo sebesar Rp1.030.699.209,00 (satu milyar tiga puluh juta enam ratus sembilan puluh sembilan ribu dua ratus sembilan rupiah);

Uray  Azhari sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah);

Ade Yuyu Wahyuna sebesar Rp2.175.560.430,00 (dua milyar seratus tujuh puluh Iima juta Iima ratus enam puluh ribu empat ratus tiga puluh rupiah);

Dinah  Andriani sebesar Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah);

Herry M Taufiq  Hidayat  sebesar Rp909.914.000,00 (sembilan ratus sembilan juta sembilan ratus empat belas ribu rupiah ); 

Kabul  Rahardja sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah);

Muhamma Fikri sebesar Rp199.997.000,00 (seratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah);

Dedi Riandi sebesar Rp183.500.000,00 (seratus delapan puluh tiga juta Iima ratus ribu rupiah);

Ibnu Bintarto sebesar Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah)

Selain itu dana khusus tersebut juga diberikan kepada pihak Iain diluar internal dari PT DI yaitu:

1.Susilo Entong sebesar Rp6.410.052.000,00

2.Andri Sudibyo sebesar Rp500 juta

3.Djarot Hartono sebesar Rp150.juta

4. Liliana Subianto Arif sebesar Rp105 juta

5.Muhammad Afiffudin sebesar Rp250.juta

6. Wiwi Ayu Mokoginta sebesar RP131.330.000,00

7. Yenianda Pujiastuti sebesar  Rp259.970.000,

8. Werner Katili sebesar Rp267.825.033,00

9. Tirtha Candra sebesar Rp125.juta

10. Suyono Thamrin sebesar Rp.100 juta

11. Sri Suparmiyati sebesar Rp.225 Juta

12. Rudi Parulim sebesar  Rp.200 juta

13. Michelle Evana sebesar Rp.105 juta

Memperkaya korporasi yaitu perusahaan mitra penjualan total sebesar Rp82.439.070.247,00 (delapan puluh dua milyar empat ratus tiga puluh sembnan juta tujuh puluh ribu dua ratus empat puluh tujuh rupiah).

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
PN Bandung Sidangkan Kasus Anak Gugat Bapaknya Senilai Rp.3 Miliar
Bupati Garut Rudi Gunawan Jadi Saksi Sidang Korupsi Terdakwa Kadis Dispora
Penyidik Pidsus Kejati Jabar Sita Berberapa Bidang Tanah dan Bangunan