Kasus Penyelewengan Anggaran RTH Kota Bandung

Mantan Anggota DPRD Kota Bandung DiTuntut 6 Tahun Penjara

  • Suyono
  • Selasa, 20 Oktober 2020 | 08:49 WIB
foto

net. (tribun.jabar)

Bandung, Zonabandung.com -- Mantan Anggota DPRD kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar, dituntut 6 tahun hukuman penjara dan denda sebesar 150 juta Rupiah. Jika tidak dibayar diganti hukuman selama 6 bulan atas tindak pidana korupsi, penyelewengan anggaran pengadaan tanah sarana lingkungan hidup Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Bandung.

Tuntutan tersebut dibacakan tim Penuntut Umum KPK, Haerudin dalam sidang  di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (19/10/2020) malam.

“Selain itu, Tomtom juga dihukum mengganti kerugian negara senilai Rp 1,7 miliar. Jika tidak diganti hukuman ditambah 2 tahun,” ujar Haerudin.

Sementara Kadar Slamet yang juga mantan anggota DPRD kota Bandung dalam berkas terpisah dituntut lebih ringan dari pada rekannya Tomtom Dabul Qomar.

“Kadar dinyatakan sebagai Justice Collaborator (JC), ia dituntut 4 tahun, denda Rp 150 juta, subsidair kurungan 6 bulan. Uang pengganti senilai Rp 5,8 miliar jika tidak diganti, ditambah hukuman selama 4 tahun penjara,” tambahnya.

Dalam amar tuntutannya, Koordinator JPU KPK Haerudin menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran pengadaan tanah sarana lingkungan hidup RTH kota Bandung TA 2012. Sebagaimana dakwaan alternatif kedua, yakni pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Hal yang memberatkan Kadar pernah dihukum, sementara Tomtom tidak jujur dan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Sementara yamg meringankan kedua terdakwa bersikap sopan, sementara Kadar bertindak sebagai JC.

Majelis hakim T Benny Eko, menunda  sidang  hingga Jumat untuk agenda pembelaan.

Sementara itu kuasa hukum Kadar, Rizki Rizgantara mengaku, “sangat mengapresiasi dikabulkannya Kadar zebagai JC, dan itu sudah sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persisangan," ujar Rizki.

Seperti terungkap dalam persidangan sebelumnya Herry Nurhayat didakwa bersama dengan Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet telah melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan berlanjut secara melawan hukum. Yaitu telah melakukan pengaturan dalam penganggaran pelaksanaan dan pembayaran ganti rugi, atas kegiatan pengadaan tanah sarana lingkungan hidup Ruang Terbuka Hijau (RTH) TA 2012.

Adapun perbuatan para terdakwa dilakukan dengan cara memerintah secara tertulis kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung untuk menambah nilai alokasi anggaran dalam APBD Kota Bandung TA 2012, tanpa didukung dengan has survei atas rencana besar luasan dan nilai lahan yang akan dibebaskan, menyetujuinya, dan meminta keuntungan dalam pelaksanaanya, serta tidak menetapkan besaran ganti rugi lahan secara langsung antara Pemkot Bandung dan pemilik lahan.

Perbuatan terdakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 69 miliar lebih berdasarkan hasil perhitungan dan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dari total anggaran sebesar Rp 115 miliar lebih.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mantan Dirut PT DI Terancam 20 Tahun Penjara.
Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Masing-Masing 2 Tahun Penjara
Kanwil Kumham Jabar Adakan Rapat Forum Dilkumjakpol Jabar
Terbukti Pukul Mobil Lamborgini, Dua Pria Di Bandung Dituntut Dua Bulan Penjara
Jaksa Eksekusi Artis Vanessa Angel Ke Lapas Kls IIA Jakarta