Terbukti Merusak Mobil, M. Satryo Dituntut Tujuh Bulan Hukuman Penjara

  • Suyono
  • Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:47 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com,- Jaksa Penuntut Umum Melur Kimaharandika menuntut terdakwa Muhammad Satryo Prawindra selama 7 bulan hukuman penjara. 

Lelaki 27 tahun Warga Kota Cimahi ini, dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan perusakan terhadap kendaraan Nissan Grand Livina milik korban Susilawati.

Tuntutan itu dibacakan JPU Melur dalam sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Sulistio di Pengadilan Negeri Bandung, Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 13 Okteber 2020.

Dalam pertimbangannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan berdasarkan fakta dan keterangan saksi-saksi dalam persidangan diproleh fakta bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pengerusakan terhadap mobil korban sebagaimana dakwaan. Pasal 406 ayat (1) KUHPidana.

"Menuntut agar terdakwa M Satryo Prawindra dihukum selama 7 bulan pebjara, dengan perintah agar terdakwa ditahan.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerusakan mobil milik korban. Yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum." Ujar Melur.

Peristiwa pengerusakan itu, menurut Melur Kimaharandika,dilakukan terdakwa Satryo pada 9 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB di antara halaman parkir Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass, di Jalan Sawung Galing, Kota Bandung.

Yang berawal saat kendaraan Nissan Livina milik korban Susilawati menghalangi kendaraan CRV terdakwa Satryo. Sehingga terdakwa tidak bisa mengeluarkan kendaraannya dari area parkir itu.
Terdakwa saat itu tengah terburu-buru untuk menghadiri sebuah pameran di Mal Parisj van Java. Ia kemudian meminta bantuan juru parkir dan dua temannya untuk mencari pemilik mobil Nissan Livina yang menghalangi.

Setelah mencari lebih dari 1 jam, datanglah teman korban ke mobil untuk mengambil mukena. Saat itu terdakwa yang sudah merasa sangat kesal karena terlalu lama menunggu lalu memarahi teman korban. Adu mulut pun sempat terjadi. Kemudian, teman korban memindahkan mobil korban ke area parkir lain, di antara Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass.

"Terdakwa kemudian mengeluarkan mobilnya yang semula sempat terhalangi mobil korban," ujar JPU Melur.

Namun karena sudah kesal dan tak ada permintaan maaf dari pemilik kendaraan yang menghalangi, terdakwa kembali ke lokasi parkir. Ia dengan kendaraannya dalam posisi mundur menabrakkan bagian belakang mobilnya ke bagian bemper depan mobil korban.

Perbuatan itu diulangi hingga tiga kali dan menyebabkan dentuman yang cukup keras. Terdakwa baru menghentikan aksinya setelah korban dan temanya keluar dari kafe dan mencoba mengejar. Namun terdakwa melarikan diri.
"Atas perbuatan terdakwa, kendaraan korban mengalami kerusakan dan mengalami kerugian sebesar Rp 17,5 juta," jelas JPU Melur.

Atas tuntutan hukuman 7 bulan tersebut terdakwa melalui Penasihat Hukumnya, Rusman Nadeak, akan mengajukan nota pembelaan pada sidang pekan depan.

"Kami akan mengajukan pledoi pada sidang yang akan datang. Pada intinya saya selaku penasihat hukum terdakwa menilai tuntutan 7 bulan penjara,masih terlalu berat, jika dilihat dari kerugian korban tidak lebih dari 2,5 juta dan klien kami siap memgganti sampai Rp 30 juta.

Dan dalam perkara ini, klien kami juga telah dirugikan, karena terhalang oleh mobil korban klien kami tidak dapat mengikuti seminar, padahal untuk mengikuti seminar itu kliyen kami juga bayar yang besarnya ya, sekitar Rp 2,5 juta" ujar Rusman.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Buronan Begal Mobil Truk Bermuatan 35 Ton Kacang Kedelai Dihadiahi Timah Panas
Kasus Narkotika, Ajat Sudrajat Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup
Sembilan Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Ganja dan Obat Terlarang Ditangkap Polisi
Terbukti Suap Kalapas Sukamiskin, Radian Divonis 1,5 Tahun Penjara
Terdakwa Kasus Korupsi RTH Mengaku Menyesal