Gara-Gara Whatsapp, Mantan Wakil Ketua Kadin Jabar Disidangkan

  • Suyono
  • Kamis, 24 September 2020 | 15:17 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com -- Mantan Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat bidang Lingkungan hidup dan CSR, Dony Mulyana Kurnia (49) disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas I. A Khusus Bandung pada Kamis 24 September 2020.

Dakwaan terhadap terdakwa Dony Mulyana dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukanda dalam sidang ketua Majelis Hakim Dennie Arsan F dan dihadiri oleh Tim Penasihat hukumnya, sementara terdakwa Dony, mengikuti persidangan tersebut melalui Vidio Conference (Vicon) dari dalam Rutan Kebonwaru Bandung.

Dalam dakwaan, JPU menyebutkan, Dony menjadi terdakwa berawal dari diberhentikannya Dony Mulyana Kumia selaku Wakil Ketua Umum Kadin Jabar bidang lingkungan hidup dan CSR oleh saksi Ir. H. Tatan Pria Sudjana SE selaku ketua Umum Kadin Jawa Barat.

Kemudian pada Minggu 13 Desember 2019, terdakwa Dony Mulyana Kumia membuat grup Whatsapp dengan nama Kadin Jawa Barat di rumah terdakwa Dony Mulyana Kurnia yang beralamat di Jalan chon Sirih No. 40 RT/RW 008/008 kelurahan Babakan Ciamis, kecamatan Sumur Bandung, kota Bandung.

Dengan menggunakan Handphone bermerk Samsung J5 warna putih milik terdakwa, yang mengundang sebagian nomor yang ada di grup resmi "Inbox Kadin Jabar 19-20", kedalam grup Kadin Jawa Barat yang menurut terdakwa dianggap baik.

Selanjutnya terdakwa menyebarkan informasi berupa kata-kata “Lebih Gila Lagi Memberikan Cek Konong Ke Kadindna Kota, Kabupaten, dengan besaran 250 JT dan 400 JT... Farah ... Parah.... Parah...” dan kata-kata seorang "Ketua Umum Tingkat Provinsi Yang Jatuh Pailit". Serta kata-kata terakhir, "semua aset Kantor Dan Rumahnya Dalam Posisi Lelang Di Bank Jabar".

Kemudian terdakwa Dony Mulyana Kurnia, menyebarkan kata-kata tersebut melalui informasi elektronik pada akun Whatsapp Grup Kadin Jawa Barat, sehingga informasi elektronik yang berisi kata-kata tersebut tersebar dan perbuatan dilakukan terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak.

Karena terdakwa Dony tidak memiliki alas hak atau alasan hukum untuk melakukan perbuatan tersebut, dan kalimat, serta kata-kata yang diposting dalam Whatsapp Grup Kadin Jawa Barat tersebut ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu di kalangan, lingkungan Kandin Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti digital Nomor Barang Bukti 11/2020/CYBER, tanggal 8 Juli 2020 dengan kesimpulan sebagai berikut: setelah pemeriksa melakukan pemeriksaan maka didapatkan akun Whatsapp pelaku di dalam l (satu) unit HP merk Samsung model J5 type android warna putih.

Akibat Perbuatannya terdakwa diancam sebagaimana, diatur dalam pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Pembahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan subsidair pasal 45 ayat (3) UU ITE.

Terhadap dakwaan tersebut terdakwa akan mengajukan nota keberatan eksepsi pada sidang mendatang.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sembilan Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Ganja dan Obat Terlarang Ditangkap Polisi
Terbukti Merusak Mobil, M. Satryo Dituntut Tujuh Bulan Hukuman Penjara
Dibalik Munculnya Nama Hatta Ali Diduga Ada Skenario Besar
Kasus Narkotika, Ajat Sudrajat Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup
Mantan Anggota DPRD Kota Bandung DiTuntut 6 Tahun Penjara