Direktur PDAM Karawang Dituntut 7 Tahun 6 Bulan Penjara

  • Suyono
  • Senin, 21 September 2020 | 15:04 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com -- Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Yogie Patriana  dituntut hukuman   selama 7 tahun 6 bulan penjara. Dan dihukum membayar denda sebesar Rp.500 juta. Jika tidak dibayar diganti kurungan selama 6 bulan.

Selain Yogie dalam berkas terpisah,dua terdakwa lainnya yakitu; eks Kasubbag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Tarum, Jumali  juga dituntut 7 tahun 6 bulan penjara. Sementara yang paling terberat Didi Pramadi dari PT Darma Premandala selaku rekanan PDAM Tirta Tarum dituntut selama 8 tahun dan 6 bulan penjara.

Mereka juga dihukum membayar denda masing-masing senilai Rp.500 juta Subsidair 6 Bulan Kurungan. Sementara terhadap terdakwa, Didi Pramadi juga dihukum membayar uang penganti sebilai Rp. 2,6 miliar. Jika tidak dibayar hukuman ditambah selama 4 tahun penjara.

Sidang tuntutan tersebut digelar secara Vidio Conference (Vicon) dimana hanya Majelis Hakim yang dikeruai I Gede Dewa Suarditha, Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum, sementara para terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum Wahyu Sudrajat di Ruang sidang dua Pengadilan Tipikor Bandung Jalan RE. Martadinata kota Bandung Senin 21 September 2020.

Dalam uraian tuntutan Jaksa Penuntut menyebutkan, "berdasarkan fakta dan analisa yuridis jaksa penuntut umum berkesimpulan bahwa terdakwa telah terbukti melakukan korupsi sebagaimana dakwaan Primair pasal 2 ayat (1) UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Hal yg memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tidak pidana korupsi dan tidak mengakui perbuatannya. Hal yang meringankan terdakwa, belum pernah dihukum," ujar Wahyu.

Atas tuntutan tersebut para terdakwa melalui Penasihat Hukumnya akan mengajukan Pembelaan pada Senin mendatang.

Seperti terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum,Arnol Siahan,menyebutkan  penyimpangan pekerjaan optimalisasi instalasi pengolahan air (IPA) tersebut terjadi berawal dari adanya sisa anggaran investasi di tahun 2015 senilai Rp 19.236.601.038 yang belum terpakai.

Dengan adanya sisa anggaran tersebut, Yogie selaku Dirut meminta bawahannya untuk membuat justifikasi teknis sebagai dasar untuk dilakukan pelelangan dalam kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating optimalisasi IPA dengan anggaran Rp. 5,492,210,000,-.

"Padahal tersangka sebagai pengguna anggaran mengetahui kalau di dalam RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) PDAM tahun 2015 tidak ada kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating dan optimalisasi IPA PDAM Tirta Tarum," kata JPU.Setelah dokumen justifikasi teknis selesai, Yogi lalu memerintahkan Jumali terdakwa lainnya sebagai PPK untuk mengurus dan menyerahkan kepada panitia pelelangan untuk dilakukan proses lelang dengan menggunakan metode pelelangan umum.

Proses pelelangan itu akhirnya, dimenangkan oleh PT Darma Premandala dengan direktur Didi Pramadi.

Selanjutnya sesuai surat perintah melaksanakan pekerjaan (SPMK) yang di dalamnya ada kontrak, maka kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT Darma Premandala pada 29 September 2015 dengan masa kerja 90 hari dan nilai kontrak Rp 4.950.300.000 meskipun penyedia jasa tidak dibayar dalam pekerjaannya.

Karena mereka terdakwa melakukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan volume atau mutu,menimbulkan kerugian negara.

Berdasarkan hasil penghitungan, indikasi kerugian yang ditaksir ini mencapai Rp 2,6 miliar. Nilai itu didapat dari jumlah anggaran yang disediakan.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sembilan Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Ganja dan Obat Terlarang Ditangkap Polisi
Mantan Pjs Dirut PDAM Karawang DI Vonis Enam Tahun Penjara
Modus Hipnotis, Pelaku Ditangkap Satreskrim Polres Majalengka
Dibalik Munculnya Nama Hatta Ali Diduga Ada Skenario Besar
Kasus Narkotika, Ajat Sudrajat Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup