Didakwa Merusak Mobil, M Satryo Terancam Hukum Pidana

  • Suyono
  • Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:23 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com, Muhammad Satryo Prawindra menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

Pasalnya lelaki 27 tahun Warga Kota Cimahi ini, didakwa telah melakukan perusakan terhadap kendaraan Nissan Grand Livina milik korban Susilawati.

Dalam sidang dakwaan yang dipimpin ketua Majelis Hakim Sulistio di Pengadilan Negeri Bandung, Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjeratnya dengan Pasal 406 ayat (1) KUHPidana.Dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan hukuman penjara.

Peristiwa pengerusakan itu menurut dakwaanJaksa Penuntut Umum Kejari Bandung, Melur Kimaharandika, dilakukan terdakwa Satryo pada 9 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB di antara halaman parkir Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass, di Jalan Sawung Galing, Kota Bandung.

Yang berawal saat kendaraan Nissan Livina milik korban Susilawati menghalangi kendaraan CRV terdakwa Satryo.

Sehingga terdakwa tidak bisa mengeluarkan kendaraannya dari area parkir itu. Terdakwa saat itu tengah terburu-buru untuk menghadiri sebuah pameran di Mal Parisj van Java.

Ia kemudian meminta bantuan juru parkir dan dua temannya untuk mencari pemilik mobil Nissan Livina yang menghalangi.

Setelah mencari lebih dari 1 jam, datanglah teman korban ke mobil untuk mengambil mukena. Saat itu terdakwa yang sudah merasa sangat kesal karena terlalu lama menunggu lalu memarahi teman korban.

Adu mulut pun sempat terjadi. Kemudian, teman korban memindahkan mobil korban ke area parkir lain, di antara Kafe Juice For You dan tempat spa Lemon Grass.

"Terdakwa kemudian mengeluarkan mobilnya yang semula sempat terhalangi mobil korban," ujar JPU Melur.

Namun karena sudah kesal dan tak ada permintaan maaf dari pemilik kendaraan yang menghalangi, terdakwa kembali ke lokasi parkir.

Ia dengan kendaraannya dalam posisi mundur menaberakkan bagian belakang mobilnya ke bagian bemper depan mobil korban.

Perbuatan itu diulangi hingga tiga kali dan menyebabkan dentuman yang cukup keras. Terdakwa baru menghentikan aksinya setelah korban dan temanya keluar dari kafe dan mencoba mengejar. Namun terdakwa melarikan diri.

"Atas perbuatan terdakwa, kendaraan korban mengalami kerusakan dan mengalami kerugian sebesar Rp 17,5 juta," jelas JPU Melur.

Atas dakwan tersebut terdakwa tidak eksepsi. Sidang pun ditunda dan akan dilanjutkan pada 25 Agustus 2020 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kadispora Kabupaten Garut Jalani Sidang Perdana
Oded Penuhi Panggilan Sebagai Saksi RTH
Berawal dari MiChat, Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Akhirnya Ditangkap
Wakil Bupati Sumedang Jadi Saksi Sidang Korupsi RTH
Kasus Suap Kalapas Sukamiskin Radian Azhar Dituntut 1,5 Tahun Penjara