Skyscraper
Skyscraper

Kabid SMP Kabupaten Bandung Maman Sudrajat Divonis Satu Tahun Penjara

  • Suyono
  • Senin, 22 Juni 2020 | 15:09 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com -- Mantan Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M., yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) menerima uang dari beberapa kepala sekolah SMP di Kabupaten Bandung divonis satu tahun hukuman penjara dan denda Rp. 50 juta, jika tidak dibayar diganti kurungan selama satu bulan, sebagaimana dakwaan kedua Pasal 11 UU Tipikor.

Vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Mursito dan Wahyu Sudrajat, yang menuntutnya selama 15 bulan penjara.

Vonis dibacakan majelis hakim dengan ketua Daryanto,dalam sidang yang digelar secara Vidio Conference (Vicon) di Ruang Utama Pengadilan Tipikor Bandung Kelas 1A Khusus Jl. LLRE Martadinata No. 74-80 Kota Bandung, Senin (22/6/2020).

Disebutkan hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa selaku Apratur Sipil Negara (ASN) tidak mendukung program pemerinrah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Kemudian yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,sopan dalam persidangan dan mengakui perbuatannya.

Dalam uraian vonis majelis hakim menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi sebanyak 15 orang dan keterangan terdakwa yang terungkap dalam persidangan diproleh fakta, terdakwa selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama pada Disdik Kabupaten Bandung telah terbukti melakukan pungutan uang sebesar Rp. 52 juta dari beberapa kepala sekolah SMP yang mendapat bantuan DAK TA. 2019, yang dilakukan terdakwa pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 10.30 WIB, bertempat disekolah SMPN 1 Pamengpeuk Kabupaten Bandung.

Terdakwa telah melakukan pemungutan uang kepada 7 kepala sekolah SMP yang dapat bantuan DAK TA. 2019 yang nilainya diatas Rp.500 juta (lima ratus juta Rupiah).

Adapun Kepala sekolah yang telah menjadi korban yakni; DR.H. TB. Rucita. M.M.Pd Kepsek SMPN 1 Pameungpeuk,dari Asep Juhro, S.Pd..Msi SMPN 2 Dayeuh kolot,dari Drs. Amanaddin Hidayat, M.Pdi SMPN 2 Cileunyi,dari Dra.Lisde Sulisyiawati, M.Pd SMPN 3 Cileunyi, dari Nana Sumarna, S.Pd dari SMPN 2 Paseh,dari Drs. Kamal Bustomi, MM SMPN 2 Pacet dan dari Tedi Sutisna. S.Pd dari SMPN 2 Katapang, dari setiap sekolah terdakwa menerima sebesar Rp. 7,5 juta.

Kemudian terkumpul uang sebesar Rp. 52,500,000,- (lima puluh dua juta lima ratus ribu Rupiah) dari 7 (tujuh) orang Kepala Sekolah. Satu orang kepala sekolah yaitu saksi Sutisna tidak menyerahkan uang.

Selanjutnya, tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam. Kemudian saat Terdakwa akan meninggalkan SMPN 1 Pamengpeuk, mobil dihentikan oleh Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat dan langsung memeriksa dan mengamankan terdakwa beserta uang tunai sebesar Rp. 52,500,000,-.

Berdasarkan keterangan saksi-saksu para kepala sekolah terpaksa memberikan uang masing-masing sebesar Rp. 7,500,000,- (tujuh juta lima ratus ribu Rupiah) tersebut, karena terdakwa selaku Kepala Bidang SMP pada Disdik Kabupaten Bandung merupakan atasan langsung para kepala sekolah, sehingga para Kepala Sekolah khawatir nantinya akan berpengaruh dalam karir selaku kepala sekolah dan akan di mutasi karena tidak loyal.

Atas vonis hukuman tersebut terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum, menyatakan menerima.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tiga Petinggi Sunda Empire Akan Jalani Sidang Perdana
Sat Narkoba Polres Majalengka Amankan Pelaku Pengedar Narkoba
Eksepsi Ditolak Sidang Tomtom Dilanjutkan
Mantan Anggota DPRD Kota Bandung Terancam 20 Tahun Penjara
Imung Hardiman,SH.MH; Gugatan Terhadap Tanah Di Sukagalih Kabur dan Salah Obyek Sengketa