Kabid SMP Kabupaten Bandung Maman Sudrajat Dituntut 15 Bulan Penjara

  • Suyono
  • Rabu, 3 Juni 2020 | 11:37 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com -- Mantan Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M., yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) menerima uang dari beberapa kepala sekolah SMP di Kabupaten Bandung dituntut hukuman selama 15 bulan penjara.

Serta dihukum membayar denda senilai Rp. 50 juta, jika tidak dibayar diganti hukuman selama 3 bulan kurungan.

Sidang pembacaan tuntutan tersebut digelar secara Vidio Conference (Vicon) dengan ketua Majelis Hakim,Daryanto di Ruang Utama Pengadilan Tipikor Bandung Kelas 1A Khusus Jl. LLRE Martadinata No. 74-80 Kota Bandung, Rabu (3/6/2020).

Dalam uraian tututan Jaksa Penuntut Umum, yang dibacakan Wahyu menyebutkan berdasarkan keterang saksi sebanyak 15 orang dan keterangan terdakwa yang terungkap dalam persidangan diproleh fakta bahwa terdakwa selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung telah terbukti melakukan pengutan uang sebesar Rp 52 juta dari beberapa Kepala Sekolah SMP yang mendapat bantuan DAK TA. 2019 yang nilainya diatas Rp. 500 juta.

"Perbuatan terdakwa tersebut telah melanggar sebagaimana dakwaan kedua Pasal 11 UU Tipikor," kata Jaksa.

Jaksa menyebutkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa selaku Apratur Sipil Negara (ASN) tidak mendukung program pemerinrah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sopan dalam persidangan dan mengakui perbuatannya.

Seperti terungkap dalam persidangan perbuatan itu terjadi pada Jumat 3 Januari 2020 pukul 10.30 WIB bertempat disekolah SMPN 1 Pamengpeuk Kabupaten Bandung telah melakukan pemungutan kepada 7 Kepala Sekolah SMP yang dapat bantuan DAK TA. 2019 yang nilainya diatas Rp. 500 juta (Iima ratus juta rupiah), yakni:

Dari, DR.H. TB. Rucita. M.M.Pd Kepsek SMPN 1 Pameungpeuk,dari Asep Juhro, S.Pd..Msi SMPN 2 Dayeuh kolot,dari Drs. Amanaddin Hidayat, M.Pdi SMPN 2 Cileunyi,dari Dra.Lisde Sulisyiawati, M.Pd SMPN 3 Cileunyi, dari Nana Sumarna, S.Pd dari SMPN 2 Paseh,dari Drs. Kamal Bustomi, MM SMPN 2 Pacet dan dari Tedi Sutisna. S.Pd dari SMPN 2 Katapang, dari setiap sekolah terdakwa menerima sebesar Rp. 7,5 juta.

Kemudian terkumpul uang sebesar Rp. 52.500.000,- (lima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) dari 7 (tujuh) orang Kepala Sekolah, karena 1 (satu) orang Kepala Sekolah yaitu Saksi SUTISNA tidak menyerahkan uang.

Selanjutnya, kata Jaksa,uang sebesar Rp. 52.500.000,(lima puluh dua juta Iima ratus ribu rupiah) tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam, lalu oleh Saksi SUTISNA disimpan di dalam mobil dinas terdakwa yang diparkir di halaman SMPN 1 Pamengpeuk, kemudian saat Terdakwa akan meninggalkan SMPN 1 Pamengpeuk, mobil dihentikan oleh Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat dan langsung memeriksa dan mengamankan terdakwa beserta uang tunai sebesar Rp. 52.500.000,- (Iima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Bahwa para Kepala Sekolah terpaksa memberikan uang masing-masing sebesar Rp. 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) tersebut karena Terdakwa selaku Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung merupakan atasan langsung Para Kepala Sekolah, sehingga para Kepala Sekolah khawatir nantinya akan berpengaruh dalam karir selaku Kepala Sekolah dan akan di mutasi karena tidak loyal.

Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umun menjerat terdakwa dengan; Pertama, Pasal 12 huruf e, Kedua: Pasal 11 dan Ketiga; Pasal 5 ayat (2) UU Tipikor.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kanwil Kumham Jabar Adakan Rapat Forum Dilkumjakpol Jabar
Terbukti Melanggar UU ITE, Seorang Ibu Rumah Tangga Dituntut 2 Tahun Hukuman Penjara
Kasus RTH, Mantan Anggota DPRD Kota Bandung Divonis 6 Tahun Penjara
Jaksa Eksekusi Artis Vanessa Angel Ke Lapas Kls IIA Jakarta
Enam Orang Kepala SDN Di Kota Bogor Jadi Terdakwa Korupsi Dana BOS