Skyscraper
Skyscraper

Edarkan Obat-Obatan Tanpa Izin Saeful Terancam Pidana 15 Tahun

  • Suyono
  • Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:49 WIB
foto

BANDUNG, Zonabandung.com---Saeful Bahri alias Cilik, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dia didakwa Jaksa Penuntut Umum Rika Fitrianirmala atas tuduhan menjual ketersedian farmasi obat jenis Hexymer tanpa izin.

Atas perbuatannya terdakwa dijerat JPU dengan  Pertama pasal  197 jo pasal 106 ayat (1) UU RI No 36 tahun 2009, tentang kesehatan dan  Kedua pasal 196 Jo pasal 98 ayat (3) UU RI No 39 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan acaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.   

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (8/10/2019).

Dalam dakwaan, JPU yang dibacakan dihadapan majelis hakim yang diketuai Toga Napitupulu,menyebutkan terdakwa dengan sengaja mengedarkan, memproduksi, atau memperjualbelikan persediaan farmasi atau alat kesehatan tanpa izin.

 Perbuatan itu  dilakukan terdakwa, yakni dengan cara menghubungi Dugul (DPO) untuk memesan 1000 butir obat jenis hexymer. Namun, saat itu Dugul hanya bersedia menjual 500 butir dengan harga Rp 500 ribu.

Kemudian, lanjutnya, terjadi kesepakatan antara terdakwa dan Dugul. Keduanya melakukan transaksi di dekat pom bensin di Cilamaya Kabupaten Karawang. Setelah transaksi, terdakwa kemudian kembali ke rumahnya di Ciasem, Subang.

"Terdakwa kemudian mengekmas hexymer dalam klip plastik bening, dengan isi lima sampai 14 butir," ujar JPU

Obat hexymer yang dikemaa kemudian diperjualbelikan, di antaranya ke Deni sebanyak 250 butir dengan harga Rp 300 ribu. Perbuatan terdakwa pun terendus Dit Res Narkoba Polda Jabar, dan akhirnya ditangkap di kediamannya dengan barang bukti 535 hexymer dalam klip bening siap edar.

Editor: Ganefa

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pemkot Bandung Ajukan Banding Terkait Gugatan Benny Bachtiar
Rutan Perempuan Bandung Rencananya Akan Segera Difungsikan
Lima Terdakwa Pengelapan Spare Part Pesawat Terbang Terancam 5 Tahun Penjara
KPK Ajukan Banding Terhadap Vonis Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivalno
Selewengkan Dana Bantuan Siswa Miskin Mantan Kepsek Di Kabupaten Cianjur Di Tuntut 6,5 Tahun Hukuman