Akibat pandemi Covid 19, Dua Kali Lebaran Harus Tunda Keinginan Mudik

  • Audin
  • Kamis, 20 Mei 2021 | 16:35 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com,- Sudah menjadi sebuah tradisi di negara kita Indonesia, jika menjelang Lebaran seluruh warga masyarakat merayakan hari kemenangan teesebut dengan suka cita, bahkan bukan hanya kaum muslim saja yang merayakan hari beser tersebut, diluar agama islampun merasakan euforia tersebut.

Namun, akibah wabah virus Corona penyebab Covid 19 melanda negeri ini, sudah dua tahun lebaran, umat islam tidak merasakan euforia hari kemenangan tersebut. Tradisi sungkeman dan bersilarurahmi harus tersekat adanya pandemi Covid 19 ini, sebagian besar para perantau yang ada di kota kota besar terpaksa tidak bisa mudik (pulang kampung) karena khawatir membawa virus corona dan menularkannya terhadap keluarga yang ada di kampung.

Akibat Covid 19, dua tahun ini mereka tak lagi bisa berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara, apalagi dengan keluarnya kebijakan pemerintah yang melarang mudik kepada warganya, mereka harus menahan keinginannya bertemu dengan keluarga.

Lebaran ditengah Pandemi covid-19 tahun ini memaksa semua orang harus tinggal di rumah minimalisir mobilitas, sehingga tak bisa merayakan Lebaran seperti biasanyaHari Raya idul Fitri dalam situasi pandemi covid-19 Suasana kebersamaan dan penuh kebahagiaan yang biasa dirasakan umat muslim, untuk sementara harus dijalani dengan penuh keterbatasan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. semua tradisi yang biasa dilakukan selama Idul Fitri harus menjadi hikmah karena berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

Meski ada rasa ketidaknyamanan jika lebaran dilalui tanpa mudik. Terlebih bagi mereka yang hanya punya kesempatan pulang ke kampung halaman saat Idul Fitri karena tuntutan pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Idul Fitri menjadi telah menjadi momen perayaan terbesar di Indonesia dan tradisi.

Berbagai prosesi ibadah dan pertemuan dengan intensitas yang tinggi ini menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kasus Covid-19 Meskipun tidak mudik Dan bertemu sanak saudara mereka bisa memanfaatkan teknologi modern teknologi hadir dan berperan sangat penting agar bisa mempertemukan yang jauh dan mendekatkan jarak.

Komunikasi lewat internet atau media sosial, seperti halnya yang dialami oleh prihatin warga desa Sambeng kecamatan randudongkal kabupaten Pemalang Jawa tengah yang tidak bisa mudik mengatakan, "tahun ini tidak bisa pulang kampung berkumpul dengan keluarga Karana pemerintah Telah Melarang untuk keluar rumah apalagi mudik sekarang masih tinggal di Tanggerang provinsi Banten.

"Sudah dua tahun ini saya lebaran di kampung orang tidak bisa berkumpul dengan keluarga jadi lebaran tahun ini tidak ada yang sepesial terus saudara yang Juga sama tidak bisa mudik. 'Kata prihatin saat dihubungi melalui telepon. Kamis (20/5/2021).

Hal senada di ungkapkan, Izzatul karyawan pabrik digunung putri Bogor mengatakan, meskipun lebaran tahun ini tidak bisa mudik namun komunikasi dengan keluarga tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan media Handphone, "Kita mematuhi peraturan pemerintah dengan tidak bepergian pulang mudik lebaran tujuan pemerintah tersebut Upaya melindungi rakyatnya supaya tidak terpapar virus covid-19, Viah warga majalengka juga menyatakan.

Sudah dua tahun lebaran tidak bisa mudik ke majalengka lantaran larangan pemerintah apapun keputusan pemerintah kita taati. "Kalaupun mudik juga percuma karena tidak ada kendaraan umum yang beraktivitas seperti biasa bus AKAP maupun AKDP tidak beroperasi seandainya mau maksa mudik pake kendaraan roda dua takut diputar balikkan lagi karena ada informasi bahwa ditiup perbatasan kabupaten Dan provinsi dijaga ketat oleh petugas ketika mendengar kabar itu "ya terkapaksa lebaran tahun ini masih tinggal di kampung orang dan tidak bisa berkumpul dengan keluarga.

"Kami bersama suami tinggal di Pamulang berjualan bubur ayam keliling ditengah Pandemi covid-19 sangat berdampak sekali pada perekonomian penjualan kami menurun sepi pembeli padahal yang kami jual itu makanan sehari-hari meskipun makanan tetap kena imbasnya omset penjualan menurun meskipun omzet menurun tetap kami jalani karena tidak ada pekerjaan yang lain.

Kami berharap virus covid-19 segera berakhir supaya perekonomian menjadi puih kembali. Sementara itu menurut Epul salah seorang sopir Elf (mikro bus) mengatakan, lebaran tahun ini mobil angkutan jurusan majalengka Bandung tidak beroperasi karena adanya pelarangan mudik, "Adanya pelarangan mudik lebaran tahun ini saya selaku sopir minibus Elf tidak beroperasi sama sekali.

Biasanya pada mudik lebaran tahun sebelumnya bisa diandalkan karena pemudik membeludak dan bisa untuk menutupi lebaran dengan membeli baju baru dan aneka kueh untuk keluarga dan orang tua.

"Tapi lebaran tahun ini sangat terpuruk sekali bagi perekonomian sebagai sopir karena tidak mobil tidak bisa beroperasi seperti biasanya, mudah mudahan covid-19 yang selama ini berdampak pada ekonomi bisa berakhir.

Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar mengatakan pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut, tak lain untuk kemaslahatan bersama berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang belum mereda. "Masalahnya kita kan dalam situasi yang tidak normal nih, jadi kita tahu kalau tidak terkendali, kerumunan tidak terkendali, kemungkinan mewabahnya kembali virus kan sangat besar," kata Rafani.

Menurutnya, kegiatan mudik bukan merupakan suatu kewajiban atau yang disunahkan. Karena, silaturahim bisa tetap dilakukan meski bukan dalam kegiatan mudik. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk memelihara situasi yang kini mulai lebih membaik daripada beberapa waktu sebelumnya. Jangan sampai, ada lagi gelombang kasus COVID-19 yang tidak diharapkan.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
TPI Itjen Kemenkumham Tinjau Lapas Garut Menuju WBK Tahun 2021
Petugas Lapas Binjai Gagalkan Masuknya Tahu Goreng Isi HP Jadul
Pakai Baju Adat, Ini Yang Dilakukan Petugas LPP Jakarta Rayakan Hari Lahir Pancasila
Sayur Hidroponik Hasil Karya Warga Binaan Lapas I Madiun Akan Masuk Pasar Tradisional
Kanwil Kemenkumham DKI Secara Progresif Lakukan Penguatan dan Deteksi Dini Gangguan Kamtib