Ketua Komisi I DPRD Cimahi Pertanyakan Transparansi Penggunaan Anggaran Covid-19 Sebesar Rp 195 M

foto

Hendra Saputra

Cimahi, Zonabandung.com,- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi, Hendra Saputra secara tegas mempertanyakan dana anggaran refocusing untuk Covid-19 mencapai Rp 195 Miliar dan diduga terserap sebesar 80 Miliar.

Hendra mengatakan bahwa berdasarkan keluhan dari masyarakat dan mempertanyakan masalah sisa anggaran refocusing yang nampaknya sampai saat ini tidak transparan.

"Seharusnya anggaran tersebut harus transparan, bila dipakai untuk dana Bantuan Sosial (Bansos), berapa yang sudah diberikan bansos tersebut," kata Hendra Via phone selular, Selasa (16/02/2021).

Menurut Hendra, anggaran tersebut tidak kecil, dan sangat fantastik dari potongan-potongan Dinas-dinas dan anggaran dewan sampai dipotong 62%, hingga terkumpul mencapai Rp 195 Miliar.

"Kalau dibelikan alat-alat kesehatan seperti APD  Asmat para juru kesehatan, masker, handsanitizer, ini harus otentik dong, masyarakat harus tahu, jangan adem ayem, terkesan seperti ditutup-tutupi seperti ini," ucap Hendra.

Sampai kegiatan-kegiatan dewan dalam tiga bulan tidak ada, karena alasan dipotong oleh refocusing Covid-19 tersebut, lanjutnya.

Saat dikonfirmasi hal tersebut ke Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Bidang pelayanan Kesehatan Ayis Lavikianto, terkait pengawasannya masalah anggaran refocusing tersebut ia mengatakan, "Coba Konfirmasi ke pimpinan saja ya, karena terkait anggaran Covid ada di komisi keuangan dan Banggar," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi dari Partai Gerindra, Bambang Purnomo mengatakan bahwa anggaran refocusing sebesar Rp 195 Miliar, sudah memenuhi kebutuhan untuk Covid-19.

"Jadi Anggaran refocusing itu Rp 195 Miliar dan sudah terpakai untuk kepentingan masyarakat kurang lebih antara Rp 79 sampai 80 Miliar," terang Bambang via phone seluler, selasa (16/2/2021).

Terkait masalah rinciannya, kata Bambang dapat ditelusuri langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Keuangan Asset Daerah (BKAD).

Bahkan dalam refocusing tersebut, Dewan pun ikut menyumbang sebesar Rp 43 Milyar dan dari dinas-dinas terkumpul menjadi Rp 195 Milyar.

"Dari sisa 195 Milyar yang terserap kurang lebih 80 Milyar, dikucurkan kembali oleh pemerintah untuk bantuan Anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) kepada masyarakat sebesar Rp 23 Milyar," kata Bambang.

Sedangkan masalah sisa dari anggaran recofusing sebesar Rp 95 Milyar, menurut Bambang uang tersebut dijadikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

"Kamipun saat ini terus melakukan pemantauan anggaran refocusing tersebut, dan tidak ada penyimpangan penggunaan anggaran refocusing tersebut," pungkas Bambang.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lapas I Lampung Buka Admisi Orientasi dan Porsenap
Lapas I Medan Didik Napi Untuk Memiliki Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Bhakti SMSI Untuk Negeri
Empat Kadiv Dampingi Kakanwil Kemenkumham Jabar Berikan Penguatan Pegawai Cirebon Raya
60 Petugas Lapas Ternate Jalani Tes Urine Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba