Minta Pertahankan Aset, Warga Kertawinangun Geruduk Kantor Desa

  • Audin
  • Jumat, 23 Oktober 2020 | 08:39 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Ratusan warga blok Pasir desa Kertawinangun kecamatan Kertajati kabupaten Majalengka menggelar aksi demo di depan area kantor desa untuk mempertahankan tanah, Selasa (22/10/2020).

Mereka sengaja datang untuk meminta Kepala desa H. Imam Suherman agar mempertahankan aset desa berupa fasilitas umum (fasum) yang ada di lingkungannya.

Menurut informasi kedatangan ratusan warga pasir ke kantor desa tersebut, dipicu adanya informasi fasum berupa bangunan kantor dusun, Majlis ta’lim dan Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di blok Pasir akan dibongkar setelah adanya surat somasi yang mengklaim kepemilikan tanah yang digunakan pada ketiga bangunan tersebut.

“Kami minta penjelasan pak kuwu, apa benar tanah yang digunakan oleh bangunan itu, digugat oleh ahli waris almarhum kades Emen? Kalaupun benar, kami minta pemerintahan desa Kertawinangun untuk mempertahankannya, jangan sampai bangunan fasilitas umum yang ada disana dibongkar,” kata Indra Heryanto (42) salah satu pengunjuk rasa asal blok Pasir.

Hal serupa juga disampaikan Ujang (40), menurutnya ratusan warga dari blok Pasir yang datang ke desa hanya ingin mempertanyakan, kenapa bangunan fasum di bloknya akan dibongkar.

“Kami sebagai warga Pasir hanya ingin menanyakan kenapa bangunan kantor dusun, Majlis taklim, sama TK (Kober) yang berdiri di tanah wakaf yang merupakan aset desa mau dibongkar. Dasarnya apa? Wajar kan kalau kami sebagai warga Kertawinangun bertanya kepada pak kades,” papar Ujang.

Menurut Yaya (36) ketua RW 03 blok Pasir membenarkan tanah tersebut merupakan tanah wakaf dari sejak jaman dahulu.

“Setahu saya tanah itu merupakan wakaf dari jaman dahulu. Terus, oleh pemerintah desa sekarang diatas tanah tersebut dibangun fasilitas umum untuk kepentingan masyarakat, disana ada balai dusun, ada majlis taklim dan TK. Semua bangunan itu masih digunakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertawinangun H. Imam Suherman yang juga merupakan Ketua Umum Ormas Bhanaspati mengatakan dirinya siap untuk mempertahankan tanah aset desa tersebut, kalau masyarakat memintanya untuk dipertahankan. Menurutnya, tidak punya kepentingan dengan bidang tanah itu.

“Saya hanya mempertahankan hak masyarakat tersebut, karena masyarakat blok pasir meminta untuk dipertahankan, dan sepengetahuan saya sudah 50 tahun, tanah itu merupakan tanah aset desa,” kata Imam.

Sebagai kepala desa yang sedang menjabat dirinya siap untuk menghadapi gugatan ahli waris mantan kuwu Emen.

“Saya siap menghadapi gugatan tersebut, karena ini kepantingan masyarakat saya, mereka (warga Pasir) meminta saya untuk mempertahankannya. Kalaupun gugatan itu dimenangkan oleh mereka saya tidak merasa rugi, karena itu adalah milik masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat," tegasnya.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lahirkan Kader Handal, Pemuda PUI Majalengka Gelar Training Intisab
Bagi-Bagi Masker Saat Operasi Zebra, Satlantas Polres Majalengka Ajak Warga Patuhi 3M
Satbinmas Polres Majalengka Sosialisasikan Prokes ke Pokdar Kamtibmas
Petugas Lapas Garut Tangkap Petugas Lapas Bawa Narkoba
Komisi III DPRD Cimahi Sidak Saluran Air TKP Korban Hanyut