Keuangan Kelompok P3A Manjeti Dipertanyakan, Diduga Ada Aliran ke TPM

  • Audin
  • Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:15 WIB
foto

Gambar panduan pelaksanaan P3A

Majalengka, Zonabandung.com -- Pemerintah pusat mempunyai program untuk mensejahterakan rakyat Indonesia secara menyeluruh dengan peningkatan swasembada pangan, melalui program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk pembangunan irigasi pertanian.

Dalam kegiatan pembangunan irigasi pertanian Diduga Ada indikasi penyimpangan keuangan dari realisasi program P3A, pihak tenaga pendamping masyarakat (TPM) menerima uang senilai Rp. 20,600,000.00 dari kelompok tani P3A. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anggota kelompok tani desa Manjeti kecamatan Sukahaji kabupaten Majalengka.

"Untuk administrasi sudah diberikan kepada pendamping senilai Rp. 20,600,000.00 sisa dari anggaran tersebut dibelikan material kebutuhan pembangunan irigasi adapun anggaran pada tahap pertama senilai 135 juta dari total anggaran senilai 195 juta.,” kata salah seorang anggota kelompok tani P3A Saat berbincang dengan awak media.

Budi Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyebutkan, itu tidak benar  adapun uang yang mengalir ke saya selaku TPM untuk kebutuhan administrasi dari mulai pelaporan dokumen gambar, biaya perencanaan, biaya untuk notaris, serta mengadakan alat pencegahan Covid-19 membeli tempat cuci tangan, untuk pengurusan administrasi tersebut hanya 4 persen dari anggaran senilai 195 juta Rupiah.

"Uang tersebut tidak sampai dua puluh juta enam ratus ribu Rupiah. Informasi tidak benar, mungkin informasi dari kelompok tidak tahu detail pengeluaran dan itu ada dalam rencana anggaran biaya,” kata Budi, Selasa (20/10/2020)

Sementara Dedi bendahara kelompok tani P3A menyebutkan, uang tersebut tidak sampai dua puluh juta Rupiah lebih, tapi hanya 15 juta lebih itupun kami tidak tahu detailnya mungkin saat itu lupa.

"Bila ada pengurus yang bilang Rp. 20,600,000.00 ke pendamping, itu bukan pernyataan dari saya sebagai bendahara, ini klarifikasi kami ke awak media, apalagi keuangan untuk pembangunan irigasi saat ini sudah habis masih menunggu pencarian berikutnya, tapi pekerjaan sudah sampai 80 persen,” jelas Dedi.

 

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
WBP Perempuan 75 Tahun Divaksin Tahap Pertama Di RSU Pengayoman Jakarta
Lapas I Lampung Sambangi Panti Asuhan Kemala Puji
Peduli Terhadap Insan Pers, Kejari Majalengka Salurkan Puluhan Paket Untuk Wartawan
Rutan I Makassar Adakan Gema Ramadhan Tingkatkan Imtaq WBP
Lapas Pangkal Pinang Kolaborasi Dengan APH Cegah dan Berantas Narkoba