Warga Demo Ingin BLT, Perangkat Desa Malah Dapat Double

  • Audin
  • Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:20 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Selain perangkat desa, yang tidak disarankan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah masyarakat yang sudah menerima bantuan secara ganda.

Jika penerima sudah masuk program kesejahteraan seperti penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST) tidak boleh menerima BLT.

Maka, penerima manfaat harus dicoret dari salah satu program agar bantuan diterima secara merata.

Namun, ada perangkat desa Pakubeureum kecamatan Kertajati kabupaten Majalengka, mendapat dua bantuan sekaligus, diantaranya bantuan dari Kementerian Pertanian dan bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kementrian Sosial.

Padahal warga desa Pakubeureum sebelumnya malakulan aksi demo ke pihak desa akibat carut marut atau tidak meratanya pemberian BLT ke masyarakat, warga yang benar-benar harus dibantu tetapi tidak mendapatkan, sementara orang yang mampu dapat bantuan.

"Sudah jelas dalam aturannya perangkat tidak termasuk warga terdampak Covid-19. Tidak layak mendapatkan bantuan, karena BLT memang diperuntukan bagi warga kurang mampu," kata salah seorang warga desa Pakubeureum yang namanya minta dirahasiakan, Senin (13/10/2020).

Dia mengatakan, seharusnya Pemdes tahu 14 kriteria penerima BLT yang sudah ditetapkan dalam Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020, tetapi ini perangkat desa malah dapat dua BLT.

"Wajar saja kalau masyarakat demo ke desa Pakubeureum waktu itu dan memicu protes dari kalangan masyarakat yang benar-benar terdampak ekonomi akibat wabah pandemi Covid-19. Karena masyarakat yang seharusnya layak untuk dibantu tapi tidak mendapatkan bantuan. Sedangkan perangkat desa dapat bantuan double bantuan, masyarakat tidak mendapat bantuan BLT," kesalnya.

Sementara, menurut KT Kasi Kesra Desa saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, sebelumnya saya tidak mengetahui akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian dan bantuan UMKM, mungkin saja itu bukan data sekarang dan bantuan ini bukan BLT dana desa.

"Ya, bantuan uang bantuan BLT tersebut dicairkan dan benar mendapatkan dua kali bantuan dari lembaga pemerintah yang berbeda, uang yang sudah diambil dibawa kerumah," jelas KT.

Kasi Kesra berdalih, uang tersebut dibagikan ke masyarakat dan tetangga, namun hanya sebatas diberikan, kami tidak punya dokumen surat pernyataan tertulis bahwa untuk tersebut diberikan kepada tetangga.

"Kejadian ini bukan terjadi pada desa kami, tapi masih banyak perangkat desa di kecamatan Kertajati mendapatkan bantuan BLT dari Kementerian, bahkan ada kepala desa yang mendapatkan program BLT," ujarnya.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Program P3A Irigasi Dongkrak Perekonomian Masyarakat
Ketua Dewan Pers: Kehadiran siberindo.co Bawa Harapan Baru
Kelompok P3A Desa Bantrangsana Bangun Irigasi Pertanian
Keluarga Pasien Covid-19 Ini Dibully Warga Sekitar
Bantu Tanggulangi Covid-19, Jajaran Direksi dan Komisaris PT Krakatau Steel Rela Tak Menerima THR