Skyscraper
Skyscraper

Tuntut Adil Dalam Mendata BLT, Warga Desa Teja Aksi Demo

  • Audin
  • Sabtu, 23 Mei 2020 | 17:28 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Masyarakat desa Teja kecamatan Rajagaluh kabupaten Majalengka geruduk kantor desa dengan tujuan kepala desa harus transparan terhadap pendataan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), puluhan warga ini seakan akan tak peduli dengan penyebaran covid 19 pandemi saat ini.

Puluhan masyarakat desa Teja menduga Kepala Desa mendata masyarakatnya tebang pilih tidak di selektif lebih dahulu, hingga orang yang betul-betul harus mendapat bantuan teryata tidak dapat sama sekali.

"Kedatangan kami ke kantor desa Teja ingin menanyakan Dan menuntut keadilan karena banyak masyarakat yang harus dibantu dengan diberi BLT tenyata tidak sementara orang kaya rumahnya permanen serta punya sawah mendapat bantuan hal ini membuat masyarakat Desa Teja berang terhadap kepala desa yang tidak transparan, setiap dana desa masuk," ujar Erwin kordinator aksi, Sabtu (23/5/2020).

Kata dia, Kami merasa terpanggil dan ingin membantu masyarakat serta tetangga supaya masyarakat yang miskin atau jompo mendapat giliran bantuan karena untuk BLT dana desa pihak desa yang mendata.

Hal senada juga disampaikan I. Mulyana, "kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada kepala desa anehnya jawaban dari kepala desa tidak nyambung Dengan pertanyaan kami," tuturnya.

"Menjawabnya lain lain tidak fokus pada pertanyaan, jadi masyarakat bingung akhirnya satu persatu masyarakat pulang karena tidak puas dengan jawaban pihak desa," tambah Mulyana.

Kemudian Sardi, salah seorang warga, merasa tidak puas terhadapjawaban kepala desa.

"Ya, kami tidak puas dengan jawaban dari kepala desa kerena tuntutan kami supaya pihak desa adil dalam mendata program BLT dari pemerintah pusat, provinsi, Pemkab serta desa karena sudah banyak bukti orang yang miskin tidak dapat bantuan sementara orang yang ekonominya layak dapat bantuan dimana rasa adil pihak desa?" kesalnya.

Sementara Wiwi kepala desa Teja dihadapan masyarakat menjelaskan, "itu disebabkan karena keterbatasan anggaran, kalaupun ada yang dapat itu mereka dianggap mampu karena dia mempunyai riwayat kesehatan, Ingat jarimu adalah harimaumu," tandas Wiwi.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Polres Majalengka Gelar Kemitraan Wujudkan Ketahanan Pangan Menuju New Normal
Seluruh Petugas Rutan Garut Jalani Rapid Test
Pemuda Pemudi Persis Bagikan Sembako dan Masker, Ini Sangat Meringankan Mereka
Camat Cikijing Salurkan Bantuan Sosial Untuk RTM
Alumni dan Pelajar PPI 109 Kujang-Cikoneng-Ciamis Manfaatkan Media Sosial untuk Dakwah