Skyscraper
Skyscraper

Soal Anggaran Covid-19, Bupati Majalengka Siap Dialog Terbuka

  • Audin
  • Senin, 11 Mei 2020 | 07:36 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Penggunaan anggaran percepatan penangangan Covid-19 di Kabupaten membentuk presepsi liar di tengah masyarakat.

Tak sedikit masyarakat maupun politisi yang "nyinyir" karena kedangkala informasi yang diperolehnya, hingga menuding negatif terhadap gugus tugas covid-19.

"Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam hal ini gugus tugas covid-19 saat ini sudah, sedang dan akan terus berupaya maksimal dalam pencegahaan, penanganan maupun dampak dari serangan virus mematikan ini," kata Karna Sibahi bupati Majalengka. Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, Penanganan covid-19 ini masalah bersama, semua pihak harus beperan aktif mengambil posisi dan tidak hanya sebatas menjadi penonton atau pengamat saja, tanpa berbuat nyata buat rakyat di tengah pandemi global saat ini.

Majalengka sudah dan sedang mengalokasikan anggaran bencana non alama ini untuk penanganan korban covid, baik orang tanpa gejala (OTG) orang dalam pantuan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif dan meninggal.

"Anggaran juga peruntukannya untuk biaya penanganan operasional gugus tugas, biaya operasi PSBB, penanganan dampak covid-19 yang terdiri dari jaminan pengaman sosial dan jaminan pengaman ekonomi," ungkap Ketua Gugus Tugas Covid-19 Majalengka ini.

Untuk mendukung terlaksananya program penanganan covid tersebut, lanjut mantan wakil bupati Majalengka dua periode ini, pihaknya juga sudah mempersiapkan anggaran antisipasi sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Dia menambahkan, Anggaran antisipatif diperoleh dari APBD Majalengka tahun 2020 melalui refocusing di Dinas Kesehatan, RSUD Majalengka, RSUD Cideres, BPBD dan Dinas Perhubungan senilai Rp 74 milyar.

"Pos anggaran itu sifatnya cadangan dan dipergunakan jika diperlukan saja. Artinya, tetap digunakan sesuai program dan berperan untuk mereview serta mengendalikan alur keuangan," jelasnya.

Namun demikian, kata dia, jika ada pihak manapun yang ingin mengetahui persis tata kelola penganggaran dan penggunaan dana Covid-19, pihaknya sangat siap untuk diawasi, dialog, dan transparan serta akuntabel dalam penyerapannya.

"Kami sangat siap menerima dari pihak manapun untuk berdialog atau beraudiensi dengan kami terkait persoalan covid-19 ini," tukasnya.

Karna menuturkan, jika penanganan covid-19 di Majalengka, dampaknya terhadap sosial ekonomi belum maksimal, mari kita bersama sama bertanggungjawab demi melindungi masyarakat Majalengka.

"Mari kita berbuat nyata, dalam menghadapi pandemi global ini, jangan hanya sekadar bicara tanpa berbuat," imbau Karna. 

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Gugus Tugas Covid-19 Majalengka Perbolehkan Sholat Berjamaah
Lapas Kls IIA Cibinong Bebaskan 34 Napi Asimilasi Rumah
Pemuda Pemudi Persis Bagikan Sembako dan Masker, Ini Sangat Meringankan Mereka
Ribuan Botol Miras Hasil Ops Pekat Lodaya di Tengah COVID-19 dimusnahkan
Alumni dan Pelajar PPI 109 Kujang-Cikoneng-Ciamis Manfaatkan Media Sosial untuk Dakwah