Skyscraper
Skyscraper

Kepala Desa Burujul Kulon Diduga Cari Untung Dari Dana Desa

  • Audin
  • Senin, 11 November 2019 | 13:20 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com -- Pembangunan Infrastruktur di Desa Burujul kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, disinyalir ada temuan dugaan penggelembungan (mark-up), program dana desa yang diharapkan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan, diduga jadi ajang memperkaya diri oknum Pemdes Burujul kulon tersebut.

“Ada dugaan penggelembungan proyek pengerjaan bangunan infrastruktur jalan lingkungan di blok Cibadak senilai 151 juta dengan kontruksi hotmik jenis sandsheet panjang 1405M lebar 1,2 meter tebal 0.01m dan pengerjaan jalan di blok ciwalur anggaran senilai 117 juta hotmik jenis sandsheet panjang 1087m, lebar 1,2m tebal 0.01m serta dugaan Mark-up anggaran dari pembuatan tembok penahan tanah anggaran 105 juta, harga kubikasi terpasang sangat tinggi padahal hanya pasangan batu belah, bahkan 30% padat karya tunai tidak terserap,” kesal salah satu sumber yang tidak mau disebut namanya, Senin (12/10/2019).

Apalagi katanya, setelah dihitung dengan volume pekerjaan yang sudah dilaksanakan dengan anggaran Rp 151 juta untuk satu paket pekerjaan yaitu jalan. Ternyata ada sisa uang karena belanja material hotmik pabrikan diduga hanya 40 ton itu pengerjaan di blok Cibadak.

Selain itu diblok ciliwur diduga hanya habis hotmik 25 ton material hotmik digelar di atas pavingblok tidak ada pemasangan lapisan penetrasi atas pengerjaan langsung menggelar hotmik sementara untuk pengerjaan TPT di blok ciporang 117 kubik anggaran 105 juta harga per kubikasi 900 ribuan tentunya harga tersebut lebih bengkak atau lebih mahal.

"Didesa yang lain saja harga kubikasi untuk TPT lebih murah. Sementara di Desa burujul kulon nyampai Rp 900 ribu harga setandar bahan daerah tidak jauh beda karena masih satu kabupaten,” herannya.

Sementara menurut Ujang Khoelur Insan kepala desa burujul kulon saat dikonfirmasi berdalih bahwa itu ada orang yang tidak suka dengan saya sebagai kepala desa mungkin masih imbas politik waktu Pilkades dan saudara sendiri saja memposting dimedia sosial Facebook tentang pengerjaan jalan lingkungan tersebut.

"Pengerjaan jalan lingkungan tersebut memang benar di kelola oleh pihak rekanan atau pemborong yang sebelumnya sudah kordinasi dengan kepala desa burujul wetan untuk menanyakan siapa yang mengerjakan jalan di desanya, ini menjadi contoh untuk pekerjaan di desa burujul kulon yang akhirnya dikerjakan oleh rekanan atau pihak ketiga, pemborongnya tersebut pernah mengerjakan jalan desa tetangga atau burujul Wetan," tuturnya.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Geger Temuan Mayat Dikebun
Realisasi Dana Desa Disambut Baik Masyarakat
Diguyur Hujan Deras Jalan Raya Cibodas Amblas dan Terputus
Kanim Kotamobagu dan Kanim Yogyakarta Sukseskan Layanan Paspor Simpatik
35 Juta Anggaran Dana Desa Dipakai Studi Banding atau Pelesir, Apakah Masyarakat Dapat Merasakan Manfaatnya?