PWI Kabupaten Majalengka Keluarkan Surat Himbauan Prokes Saat Peliputan

  • Audin
  • Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:15 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com,- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka mengeluarkan surat imbauan. Surat dengan Nomor: 72/B/PWI/MJl/X/2020 tentang Protokol Peliputan dan Penetapan Perlengkapan Kesehatan bagi Wartawan. Hal tersebut sebagai bentuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terhadap jurnalis.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka mengimbau kepada rekan-rekan awak media di Majalengka agar memperhatikan protokol kesehatan dan berhati-hati saat melakukan peliputan di lapangan.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada teman-teman wartawan tidak melakukan wawancara tatap muka maupun wawancara door stop untuk sementara waktu di tengah meningkatnya pandemi Covid-19, Kamis (15/10/20).

“Mengimbau kepada para wartawan untuk sementara tidak menghadiri konferensi pers di ruang tertutup maupun terbuka. Akses menuju lokasi wawancara bisa jadi melewati jalur yang tidak aman sesuai protokol kesehatan,” ucapnya.

Para wartawan Majalengka pada khususnya agar tidak mendekati rumah sakit rujukan atau mendatangi rumah pasien. Guna menghindari hal-hal yang tak diharapkan.Jika sangat mendesak, diimbau mengambil jarak minimal 10 meter dari lokasi.

“Wartawan hendaknya selalu menggunakan masker, membekali diri dengan hand sanitizer, rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik di bawah air mengalir minimal 20 detik. Tak lupa selalu menjaga jarak dan menghindari setiap kerumunan," imbuhnya.

PWI Majalengka mengimbau perusahaan pers atau media agar menerapkan protokol kesehatan serta menerapkan sistem Work From Home bagi pengelola media atau menerapkan sistem piket berkala dalam menerbitkan media cetak.

“Kepada semua pihak atau narasumber disarankan agar memberikan keterangan pers untuk memanfaatkan teknologi virtual/ jaringan internet atau kanal youtube/facebook/meet/ press release/whatshapp/medsos dan lain sebagainya yang memungkinkan. Tujuanya membantu para jurnalis dalam menjalankan tugasnya melakukan peliputan sekaligus mencegah terpaparnya Covid-19,” paparnya.

Alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini mengimbau wartawan untuk berperan aktif dalam memberitakan hal hal yang edukatif, positif dan menghindari pemberitaan yang sifatnya membuat keresahaan masyarakat.Seperti pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularan Covid-19. Selain itu, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Menurut Jejep, rujukan imbauan itu sejalan dengan contoh yang telah dilakukan Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Nasional, Doni Monardo. Selain itu, memperhatikan surat edaran Ketua Dewan Pers RI, Prof. M. Nuh dan Ketua Umum PWI Pusat, Atal
S. Depari, tentang protokol physical distancing social distancing sebagai pedoman liputan bagi media.

“Imbauan ini pun dikeluarkan dengan maksud menjalankan protokol kesehatan physical distancing atau social distancing selama masa tanggap bencana nasional Covid-19.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lawan Covid-19, Kapolres Majalengka Ajak Warga Patuhi 3M
Wakil Wali Kota Bandung Harap Harga Swab Test Terjangkau
Dihadapan Ratusan Warga Anggota Polsek Malausma Sosialiasikan 3M Patuhi Prokes
Cegah Penyebaran Covid-19 polisi gelar Operasi Yustisi
Emil Minta Saran WHO Terkait Penyuntikan Vaksin Covid-19