Setelah dibuka, Alun alun Majalengka Terus Mendapat Kritikan

  • Audin
  • Kamis, 18 Februari 2021 | 17:25 WIB
foto

Majalengka, Zonabandung.com,- Alun-alun Kota Majalengka yang dibangun dengan dana Rp 18 milyar lebih dikritik sejumlah pengunjung karena di bawah bangunan kotor dan nampak bocor sehingga usai hujan air masuk ke bawah bangunan.

Lantai toilet perempuan nampak kumuh kondisi ini karena kemungkinan bahan bangunan yang terbuat dari terakota, closet jongkok penuh lumpur serta shower masuk ke lubang closet karena minimnya disiplin pengunjung serta tidak adanya pengelola.

Ruang yang akan dipergunakan kios becek karena air diduga masuk dari celah-celah kaca dan tangga yang dipergunakan untuk naik ke atas bangunan atau mungkin akibat pemasangan terakota yang kurang rapi.

Puntung rokok berserakan di pintu masuk ke toilet, demikian juga dengan sampah plastik dan pembungkus rokok.

Di sekeliling alun-alun yang banyak dikunjungi masyarakat ini tidak nampak satupun tempat sampah. Tak heran jika pengunjung membuang sampah dimanapun. “Bangunan alun-alun belasan milyar sperti ini,” ungkap Tata seorang pengunjung. Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, saat siang hari tak ubahnya seperti tumpukan bata dan tanaman beton serta tiang besi sehingga jauh jika dikatakan sebuah taman.

Alun-alun hanya indah dilihat kala malam hari karena lampu yang menyala. “Tapi bayangkan berapa besar untuk biaya operasional alun-alun ini yang menyalakan lampu demikian banyak, apalagi jika air mancur dioperasikan, air terbuang dan beban listrik akan sangat mahal.

Ketika kemarau terik dan debu masuk ke rumput sintetik karena tiupan angin Majalengka yang demikian kencang ,” tambahnya.

Sementara itu sejumlah netizen memprotes pembangunan alun-alun kota Majalengka yang berawal dari sebuah lapangan tempat bermain anak-anak menajdi bangunan hingga tak ada tempat bagi mereka untuk bermain bola, berlari di rumput, menikmati taman.

Alun-alun sendiri menurut Handinoto, memiliki fungsi sebagai lambang berdirinya sistem kekuasaan raja terhadap rakyatnya, tempat penyelenggaraan semua upacara keagamaan yang penting atau besar.

Dulu Alun alun juga biasanya suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Penyanyi Papan Atas Firman Siagian Sambangi Kanwil Kemenkumham Jabar
Gerakan Fajar Satgas Merah Putih Lapas Banceuy Sangat Memukau
e - Arrival Card Strategi Jitu Lakukan Pengawasan Terhadap Orang Asing
Kakanwil Kemenkumham Jabar Kukuhkan 35 Anggota Satopspatnal Pemasyarakatan Se-Jabar
Kakanwil Jabar Raih Tiga Penghargaan Dari Menkumham RI