Kanwil Kumham Jabar Inisiator Akar Wangi Asal Garut Sebagai Indikasi Geografis

foto

Garut, Zonabandung.com -- Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar Sub Bidang Kekayaan Intelektual menginisiasi agar lokasi akar wangi yang ditanami petani di Kabupaten Garut, didorong untuk didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis.

"Tim Kekayaan Intelektual (KI) Kanwil Kemenkumham Jabar sebagai pelopor yang mendorong agar MPIG Akar Wangi di Kabupaten Garut ini didaftarkan sebagai Indikasi Geografis sudah berkordinasi dengan Pemkab Garut melalui Dinas Pertanian Kabupaten Garut," ujar Kasubbid Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham Jabar, Dona Prawisuda, Kamis (11/2/2021).

Dona menjelaskan bahwa akar wangi ini ada ada di 4 daerah di dunia dan salah satunya yang di Garut ini.

"Jika lokasi akar wangi ini sudah terdaftar sebagai Indikasi Geografis, maka akan meningkatkan pendapatan petani dan pendapatan daerah. Disamping itu pula, para petani atau assosiasi akan diuntungkan karena sudah memiliki perlindungan hukum," jelas Dona.

Akar wangi yang ada di Kabupaten Garut ini menghasilkan minyak wangi kualitas dunia.

"20 persen suplai biang minyak wangi yang ada di dunia adalah dari Garut ini," ungkap Dona.

Tim KI Kanwil Kemenkumham Jabar disambut baik Sekdis Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman MP.

Sementara itu dalam waktu yang sama, Sekdis Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman MP menjelaskan bahwa Kabupaten Garut kini sudah mendaftarkan 5 (lima) varietas tanaman lokal diantaranya 1. Tembakau 2. Kemiri Sunan 3. Jeruk Garut 4. Kopi dan 5. Kesemek, terangnya.

5 (lima) varietas tanaman tersebut adalah produk unggulan dari Kabupaten Garut. Terkait akar wangi, ini adalah salah satu komoditi di Indonesia yang hanya ada di Kabupaten Garut.

“Sebenarnya ada juga, di daerah lain. tapi, yang berhasil mengeluarkan minyak ya hanya di Kabupaten Garut," ungkap Haeruman.

Luas lahan untuk penanaman akar wangi juga dibatasi, hanya seluaa 2400 hektar meliputi 5 (lima) Kecamatan, yaitu 1. Samarang 2. Pasirwangi 3. Cilawu 4. Bayongbong 5. Leles, terangnya.

Dalam perkembangannya, Akar Wangi adalah “tanaman musiman” yang 8-10 bulan baru bisa dipanen hasilnya.

Hasil panennya memang belum secara langsung diekspor oleh Kabupaten Garut ke luar, tapi, Kabupaten Garut sebagai distributor besar ke Jakarta.

“Jadi kalau ekspor langsung dari petani atau komunitas atau MPIG sih kita belum,” ujar Haeruman.

Akar Wangi juga memiliki pohon induk yang letaknya di Wanaraja, Banyuresmi dan Limbangan. Ini merupakan PIT (Pohon Induk Terpilih).

Haeruman menambahkan bahwa Akar Wangi ini adalah hasil komoditi khas Kabupaten Garut, dan meminta bantuan serta kolaborasi yang baik agar Akar Wangi bisa didorong menjadi Indikasi Geografis kabupaten Garut, harapnya.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik Diperkirakan Capai 50 Persen
Berkat Kelihaian Petugas LPP Bandung, Botol Rexona Berisi 8 Paket Sabu Berhasil Ditangkap
Tercerdas Di Indonesia, Kota Bandung Masuk Pemerintahan Kota Pintar Dunia
Peringati Bandung Lautan Api Wali Kota Bandung Ajak Warga Lawan Covid-19
Jelang Ramadan, Wali Kota Bandung Pastikan Stok Dan Kualitas Bahan Pangan Aman