Terbukti Melanggar UU ITE, Seorang Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Bulan Penjara

  • Suyono
  • Senin, 23 November 2020 | 13:57 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com,- Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis hukuman terhadap Agung Dewi Wulansari (50) selama 18 bulan hukuman penjara. Agung Dewi Wulansari merupakan Ibu rumah tengga yang terjerat kasus karena postingannya melalui medsos Fecebook. Selain dari hukuman penjara, dia juga dihukum membayar denda senilai Rp.10 juta,jika tidak dibayar diganti kurungan selama dua bulan. Vonis itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Afif Perwiratama yang dalam sidang sebelumnya menuntutnya selama 2 tahun hukuman penjara. Demikian terungkap dalam sidang vonis yang dibacaka majelis hakim dalam sidang digelar secara vicon di Pengadilan Negeri Bandung Kelas I.A Khusus, Jln. R. E Martadinata kota Bandung Senin 23 Nopember 2020. Dalam pertimbangan vonis majelis hakim menyebutkan berdasarkan fakta dan keterangan saksi-saksi di persisangan terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana pasal.45 ayat 3 UU ITE. Yakni; dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan. "Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan norma-norma yang ada dimasyarakat. Sedangkan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum" ujar Hakim Atas vonis tersebut Jaksa Penuntut Umum,menyatakan pikir-pikir. Sementara terdakawa melalui penasihat hukumnya,langsung menyatakan banding. Seperti terungkap, perbuatan yang dilakukan terdakwa terjadi pada Maret 2019 dan Desember 2018 di Kabupaten Ciamis dan di Kota Bandung. Pada 20 Desember 2018, saksi korban Tina Wiryawati dan tim suksesnya berkampanye legislatif DPRD Jabar kemudian diunggah di Facebook. ‎ Kemudian pada 23 Desember 2018, ada komentar dikirim oleh username terdakwa di postingan Facebook. Tak cuma itu, pada Maret 2019, saksi Tina Wiryawati sedang kampanye di Kabupaten Ciamis. Ia kemudian diberitahukan oleh tim suksesnya bahwa ada pesan komentar Facebook atas nama akun terdakwa. Pantaskah kalian dengan spirit The emak-emak punya caleg yang tidak peduli dengan anak kandung dari suaminya. Dia adalah istri kelima pak poilot. Baca dulu dengan bijak jangan tertipu hanya dengan kerudung ibu tiri kejam tidak pantas jadi wakail rakyat untuk partai besar dan terhormat," begitu isi di komentar Facebook. Kemudian terdakwa kembali berkomentar ; 'yakin anda akan mendukung wanita seperti ini yang sudah zalim dengan seorang anak yang ingin ketemu bapaknya. Kemudian atas postingan tersebut dilaporkan,oleh saksi korban Tina Wiryawati.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Walau Dibalik Tembok Tinggi, Andik LPKA Bandung Bisa Menyapa Orang Tuanya Di Hari Ibu Nasional
Dinkes Himbau Tak Perlu Panik Perihal Kontak Erat, Ini Penjelasannya
Syafar Pudji Rochmadi Jabat Kadiv PAS Kanwil Kemenkumham Jabar
Wali Kota Bandung Positif Covid-19
Dapur Rutan Perempuan Bandung Telah Ajukan Sebagai Dapur Hygienis