Napi Lapas Perempuan Bandung Lupakan Narkoba Melalui Kegiatan Kerja

foto

Kalapas Perempuan Kls IIA Bandung, Putranti Rahayu

Bandung, Zonabandung.com, - Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

Hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan.

Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pada perkembangan saat ini, narkotika tidak hanya digunakan dalam bidang farmasi saja, tetapi sudah terjadi penyalahgunaan narkotika.

Untuk itu perlu dilakukan langkah - langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba didalam Lapas khususnya Lapas Perempuan Bandung, ujar Kalapas Perempuan Kls IIA Bandung, Putranti Rahayu, Kamis, 19/11/2020.

Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu permasalahan nasional yang dipandang serius oleh pemerintah, karena dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa. Karena itu pemerintah sangat memberikan perhatian terhadap penanganan atas penyalahgunaan Narkoba.

Untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba didalam Lapas diperlukan upaya yang terpadu dan komprenhensif yang meliputi Program pembinaan kegiatan kerja, terapi dan rehabilitasi seperti yang dilakukan pada Warga binaan Lapas Perempuan Bandung, terang Putranti.

Beberapa upaya  praktis dan nyata yang kini telah dilakukan Lapas Perempuan Bandung adalah dengan menyibukkan para warga binaan dalam 11 pos kerja didalam Lapas.

Selama ini Lapas dianggap konsumtif namun saat ini kita bikin menjadi Lapas Produktif.

Seperti halnya Warga binaan Lapas Perempuan Bandung saat ini telah mampu mempekerjakan 195 dari 392 WBP saat ini dididik  diberbagai bidang kerja seperti Laundry, bercocok tanam  berbagai sayuran,  budi daya ikan lele dan ikan mas, sablon, salon, melukis dan kuliner, terang Putranti.

Dari berbagai pos kerja tersebut, Lapas Perempuan Bandung  telah berhasil menambah keuangan negara ( PNBP ) sebesar 15 juta dan target hingga Desember 2020 ini akan mencapai 18 juta Rupiah, jelas Putranti.

Para warga binaan perempuan ini sudah lelah bekerja tiap hari dan sore harinya  sudah masuk lagi ke blok kamar masing - masing.

" Jadi mereka tak pernah punya waktu lagi memikirkan narkoba dikarenakan badan sudah lelah bekerja dan mereka biasanya langsung tidur", jelas Putranti.

Dari wawancara langsung dengan para warga binaan disaat bekerja, mereka ( WBP ) mengaku telah melupakan narkoba dan tidak pernah kepikiran lagi soal narkoba.

Kami tak pernah ingat lagi dan tak pernah kepikiran lagi soal narkoba.

Kami sudah nyaman dengan mengikuti pembinaan di pos kerja ini dengan memiliki skill dan dapat uang premi dari hasil kerja kami, ujar Intan seraya memberikan makanan ikan mas ditambak budi daya ikan mas didalam Lapas, Kamis, 19/11/2020.

Bukan saja kasus narkoba, para kasus pidana korupsi pun dibina melalui bercocok tanam dan kuliner di dalam Lapas.

Putranti menegaskan bahwa setiap warga binaan yang kedapatan masih menyalahgunakan narkoba atau berhubungan dengan narkoba akan ditindak tegas dan dipindah ke Lapas Lain, tegasnya.

Seluruh warga binaan yang telah mengikuti pembinaan di pos kerja tersebut akan diberikan sertifikat kemahiran sebagai wujud nyata keberhasilan pembinaan selama didalam Lapas, ungkap Putranti.

Kini warga masyarakat luas sudah dapat menikmati hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Bandung melalui datang langsung atau melalui pesanan online yang dikelola bidang Market Place, terangnya.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pengurus Kadin Jabar Keberatan, Jika Tatan Hadir Dalam Acara Masih Menggunakan Simbol-simbol Kadin
Wanita Cantik Selundupkan Miras ke Lapas Banceuy
Kisruh, Kantor Kadin Jabar Terus Memanas
Sudah Ada Aturan Derek, Warga Diharapkan Semakin Sadar Taat Aturan Parkir
Kakanwil Kemenkumham Jabar Berikan Sederet Penghargaan Kepada Pegawai Berprestasi