Kios Hilang Usai Renovasi, Sejumlah Pemilik Tenant Mal di Bandung Geruduk Pengadilan Negeri

  • Suyono
  • Selasa, 3 November 2020 | 16:04 WIB
foto

Bandung, Zonabandung.com -- Puluhan orang pemilik tenant menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Bandung guna menggugat pihak salah satu mal di kota Bandung, lantaran kiosnya hilang setelah bangunan tersebut direnovasi.

Salah seorang pemilik tenant, Johan mengatakan, ada 113 pemilik tenant yang kiosnya hilang usai mal yang dahalu bernama Be Mal ini direnovasi.

Johan menceritakan awalnya ia dan 112 pemilik tenant lainnya membeli kios melalui Developernya PT Sinergi dengan harga yang variatif secara lunas.

"Namun sejalan dengan waktu kira -kira tahun 2005 pembangunan Be Mal selesai tapi surat sertifikatnya tidak diserahkan kepada tenant-tenant Be Mal walaupun kami telah membayar lunas," ujar Johan di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (3/11/2020).

Johan dan pemilik tenant kemudian pihak Be Mal menuntut hak mereka, hingga akhirnya mendapatkan sertifikat hak milik.

Belakangan ternyata Developer PT Sinergi dinyatakan pailit karena punya piutang di bank yang tidak bisa dibayar dan digugat oleh bank, lalu oleh pengadilan dinyatakan pailit.

"Hasil pailit itu, kemudian dilelang dan dimenangkan oleh PT Arta Bumi Gemilang (ABG)," jelas Johan.

Setelah terjadi pergantian pengelolaan, gedung Be Mal kata Johan, kemudian direnovasi dan didesain ulang. Hingga akhirnya mal yang terletak di Jalan Naripan itu berganti nama menjadi Click Square.

Saat proses renovasi dan pembangunan baru itu, Johan mengaku para pemilik tenant yang sudah memiliki sertifikat tidak dilibatkan.

"Ini yang akhirnya menguasai gedung dan menguasai fisik secara tidak lazim ya. Jadi seolah mau mengusir kita semua. Jadi tenan barang kita di dalam kios itu semua tidak diizinkan untuk diambil malah dibongkar dihancurkan tanpa izin. Bahkan belakangan kami dengar barang-barang kami di dalam kios dijual ke pihak-pihak tertentu," tuturnya.

Setelah selesai direnovasi, mereka mengaku kaget saat mengetahui kondisi kiosnya sudah hilang karena direnovasi dan di desain ulang.

"Jelas dihancurkan bahkan ada kios yang sudah tidak ada lantinya lagi. Jadi nggak ada tembok lantai, semua lay out diubah. Sudah tidak sesuai denah, diubah semua. Jadi sertifikat kita bodong padahal resmi," katanya.

Pemilik tenant lainnya, Sudarmono menambahkan saat proses pembangunan dan desain ulang mal tersebut, ia mengaku tak bisa masuk ke dalam. Padahal barang-barang dagangannya masih ada di dalam.

"Ceritanya setelah ABG memenangkan lelang ini, kita nggak tahu masalahnya apa, tahu-tahu ditutup. Pintu akses masuk ke parkir nggak bisa ke toko nggak bisa. Teman-teman yang tadinya berjualan itu misalkan ada meja, kursi, barang dagangan kayak laptop, kemudian HP, aksesorisnya termasuk di situ rolling door, etalase itu dibongkar semua. Karena pintu masuk akses sudah ditutup," tutur Sudarmono.

"Setelah ditutup mereka mau masuk nggak bisa, mau jualan nggak bisa, ngambil barang nggak bisa, setelah beberapa saat mereka boongkar rehab. Nah rehab besar-besaran ini tanpa adanya izin tertulis dari para tenan yang memiliki sertifikat hak milik atas rumah susun statusnya," tambahnya.

Kuasa hukum para pemilik tenant Handoyo Ojong mengatakan pihak telah melakukan gugatan secara perdata ke PN Bandung beberapa waktu lalu dan saat ini sudah masuk dalam tahap pembuktian. 

Sehingga para pemilik tenant mendatangi PN Bandung guna menyerahkan bukti-bukti sertifikat hak milik.

"Menuntut hak barang kita yang sekarang dirusak oleh mereka. Kita minta dikembalikan dengan nilai yang wajar. Menuntut keadilan tidak berlebihan," ungkap Handoyo dengan tegas.

Handoyo juga mengatakan pengelola saat ini diduga menganggap memiliki hak atas seluruh bangunan yang ada di mal tersebut usai memenangkan lelang. Sehingga, mereka mengubah desain termasuk milik 113 pemilik tenant.

"Lelang yang 444 kios itu. Tidak termasuk kios ini. Mereka menganggap membeli keseluruhan apa itu kesengajaan atau gimana kita nggak tahu," katanya.

Sementara itu kuasa hukum dari PT ABG, Poltak Simanjuntak belum mau menjelaskan secara rinci terkait gugatan itu. Menurutnya, pihaknya menunggu hasil persidangan.

"Tunggu hasil putusan saja. Karena sudah masuk. Kalau kami nunggu hasil sidang saja lah," ujar Poltak singkat.

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Diawal Tahun 2021, Kakanwil Kemenkumham Jabar Lantik Pejabat Eselon III dan IV
Laki - Laki Petugas Lapas Perempuan Bandung Lomba Masak Nasgor
Walau Sudah Meraih WBK, Rupbasan Bandung Terus Berbenah Untuk Meraih WBBM 2021
Wisata Ke Bandung Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen
Cegah Kerumunan, Beberapa Ruas Jalan Kota Bandung Akan Disekat