Diseminasi Penguatan Fungsi Intelijen Imigrasi Se Jabar Dibuka Kakanwil

foto

Bandung, Zonabandung.com,-  Kakanwil Kemenkumham Jabar, Imam Suyudi didampingi Kadiv Imigrasi, Dodi Heru Tjondro membuka  Diseminasi  Penguatan Fungsi Intelijen Keimigrasian bertempat di aula Kanwil, Jl. Jakarta. No. 27 Kota Bandung, Kamis, (9/7/20).

Kegiatan ini diikuti 50 pegawai Imigrasi bidang Intelijen dari 8 Satuan Kerja Imigrasi di Jabar yang berlangsung selama dua hari yaitu sejak tanggal 9 Juli hingga 10 Juli.

Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan hakikat keimigrasian adalah sebagai garda atau pintu terdepan pelaksanaan kegiatan pengawasan keimigrasian yang berbasis sekuriti dan intelijen keimigrasian.

Hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara, ujar Imam.

Pengawasan keimigrasian dapat dilakukan apabila terdapat konsep sekuriti dan intelijen. Selain berfungsi sebagai aparatur penjaga kedaulatan negara Imigrasi berfungsi sebagai aparatur pelayanan keimigrasian,  aparatur  penegakan  hukum, aparatur keamanan negara, dan aparatur fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat atau yang dikenal dengan Catur Fungsi Imigrasi, jelasnya.

Untuk mewujdkan sistem keamanan dan pertahanan nasional semesta, maka Catur Fungsi Keimigrasian tersebut harus dilaksanakan dengan berlandaskan pada konsep sekuritas dan intelijen keimigrasian.

Keimigrasian menganut kebijakan selektif (selective policy) artinya bahwa hanya orang asing yang dapat memberikan manfaat yang boleh masuk ke Indonesia, tegasnya.

 Fungsi intelijen keimigrasian saat ini menjadi wewenang dari Direktorat Intelijen Keimigrasian.

Pada instansi inilah diharapkan pengawasan keimigrasian berbasis intelijen dapat menjadi pioneer dalam menjadikan Imigrasi sebagai institusi penjaga pintu gerbang negara.

Intelijen Keimigrasian berperan memberikan deteksi dini terhadap setiap gangguan yang mungkin dapat terjadi yang disebabkan oleh orang asing, baik yang akan masuk ke wilayah Indonesia maupun orang asing yang berada dan berkegiatan di wilayah Indonesia yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban (pengawasan orang asing), dimana gangguan tersebut dapat berpengaruh/mengancam stabilitas negara.

Proses deteksi dini dilakukan tidak semata-mata dengan produk informasi seadanya namun melalui berbagai tahap pengolahan data-data  orang  asing  (visa dan paspor) dan juga menganalisis secara mendalam sehingga menghasilkan informasi yang akurat  dan terintegrasi dalam Sistem Manajemen Informasi Keimigrasian (SIMKIM).

Informasi yang ada dibuat dalam bentuk produk-produk intelijen yang berasal dari keterangan masyarakat, instansi pemerintah, mendatangi tempat atau bangunan yang dapat ditemukan bahan keterangan mengenai keberadaan dan kegiatan orang asing atau melakukan operasi intelijen yang hasilnya dilaporkan kepada Direktur Jenderal Imigrasi., terang Imam.

Kakanwil berharap seluruh peserta kegiatan sebagai perangkat Intelijen Keimigrasian, dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya guna mendapatkan suatu tambahan ilmu pengetahuan dan Informasi mengenai tatacara penyusunan Laporan Harian Intelijen dan Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian yang secara tidak langsung dapat mempercepat pertukaran informasi intelijen keimigrasian bagi jajaran imigrasi mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat, harap Imam.

Editor: Ramdan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kota Bandung Jadi Yang Pertama Salurkan Program Bantuan RMP Tinggkat SMA dan SMK
Dirut Pos Indonesia dan Para Menteri Tinjau Langsung Penyaluran BST
Direktur Perawatan Tahanan Berikan Penguatan Terhadap Petugas Rutan Perempuan Bandung
Dikeluhkan, Hakim PN Bandung Sering Melarang Wartawan Mengambil Gambar
Kisruh, Kantor Kadin Jabar Terus Memanas