Bandara Husein Sastranegara Maksimalkan Penerbangan di Tengah Pandemi

foto

Bandung, Zonabandung.com -- PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara bersama stakeholder lainnya berupaya kembali menggairahkan penerbangan di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

Plt Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara R. Iwan Winaya Mahdar mengatakan bahwa Juli 2020 sebagai bulan dimulainya fase pemulihan (recovery) guna mendorong peningkatan lalu lintas penerbangan.

Dengan adanya perubahan Surat Edaran nomor 7 tahun 2020 menjadi Surat Edaran nomor 9 tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Surat keluar pada 26 Juni 2020, yaitu perubahan masa berlaku dokumen kesehatan untuk syarat terbang dari PCR 7 hari dan Rapid Test 3 hari, saat ini masa berlaku PCR dan Rapid Test menjadi 14 hari pada saat keberangkatan sehingga terbang semakin mudah namun tetap aman Covid-19 dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan.

Di Bandara Husein Sastranegara saat ini tersedia fasilitas pelayanan Rapid Test, yang bekerjasama dengan BUMN Farma, yaitu Kimia Farma, semua calon penumpang yang harus terbang mendadak, misalnya dalam rangka dinas. atau masyarakat umum dapat melaky Rapid Test di Bandara, biaya Rapid Test sebesar Rp. 225,000,- dan hasil Rapid Test kurang lebih 15 menit sudah ada.

"Selain berubahnya masa berlaku surat hasil Tes kesehatan dan fasilitas layanan Rapid Test di Bandara Husein Sastranegara, PT Angkasa Pura II (Persero) saat ini sedang uji coba Aplikasi yang bernama Travelation Angkasa Pura II," ujar R Iwan Winaya Mahdar, Sabtu (27/6/2020).

Travelation Angkasa Pura II adalah Aplikasi pengecekan digital dokumen penerbangan penumpang pesawat di tengah masa adaptasi kebiasaan baru, saat ini telah digunakan dalam rangka uji coba di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero).

Uji coba dilakukan di seluruh bandara perseroan guna mensosialisasikan penggunaan dan mendengar berbagai masukan dari penumpang pesawat di wilayah operasional PT Angkasa Pura II.

Travelation pertama kali diuji coba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada bulan lalu, dan kini sudah dilakukan uji coba di 19 bandara PT Angkasa Pura II.

Penumpang pesawat menyambut baik Travelation karena dapat membuat prosedur penerbangan yang ketat dapat dijalankan dengan sederhana, di mana sampai saat ini jumlah pengguna yang melakukan registrasi di Travelation mencapai 15.000 pengguna.

Seperti diketahui, saat ini dokumen perjalanan yang dibutuhkan calon penumpang pesawat untuk diizinkan terbang adalah identitas diri seperti KTP, tiket penerbangan, dan surat hasil rapid test (berlaku maksimal 14 hari pada keberangkatan) atau PCR test (berlaku maksimal 14 hari pada keberangkatan).

Calon penumpang pesawat dapat mengunggah (upload) ketiga dokumen tersebut ke aplikasi Travelation melalui travelation.angkasapura2.co.id untuk dilakukan pengecekan secara digital oleh administrator.

Setelah dilakukan pengecekan, calon penumpang akan mendapat QR Code untuk kemudian diverifikasi di bandara PT Angkasa Pura II.

Proses pengecekan secara digital ini dapat mempersingkat waktu di bandara, di mana antrean panjang di bandara dapat dihindari. Prosedur penerbangan tetap diberlakukan secara ketat, namun bisa dijalani secara lebih sederhana.

Pada masa uji coba ini, surat asli hasil PCR test atau rapid test juga masih akan diverifikasi di terminal keberangkatan Aplikasi Travelation juga terhubung dengan e-HAC (Health Alert Card) yang harus diisi oleh penumpang pesawat dan dicek secara digital oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes).

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga terhubung dengan Travelation. Travelation merupakan salah satu bentuk dari pemanfaatan teknologi yang dilakukan PT Angkasa Pura II dalam menghadapi tantangan pandemi global COVID-19.

Travelation ke depannya bukan hanya digunakan bagi penumpang pesawat saja namun juga dikembangkan sebagai terminal access control berupa Airport ID bagi pekerja bandara dan pengunjung bandara untuk mendukung prinsip keamanan, keselamatan, pelayanan dan pemenuhan prosedur termasuk di tengah pandemi.

"Dengan diterbitkannya Surat Edaran nomor 9 tahun 2020 dan adanya fasilitas-fasilitas pendukung lain maka pada saat ini untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara lebih mudah dan aman Covid 19 dengan melaksanakan Protokol Kesehatan." ujar Iwan.***

Editor: Shelly Sillviana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kanwil Kemenkumham Jabar akan Terapkan Sistem Merit dalam Penempatan Pejabat
Kisruh, Kantor Kadin Jabar Terus Memanas
Napi Lapas Perempuan Bandung Lupakan Narkoba Melalui Kegiatan Kerja
Ngopi Bandung, Sarana Komunikasi Masyarakat Dengan Pemimpin
Direktur Perawatan Tahanan Berikan Penguatan Terhadap Petugas Rutan Perempuan Bandung